Daftar Isi
Michael Carrick saat ini tengah berjuang mempertahankan posisinya di Manchester United setelah manajemen klub memberikannya kesempatan untuk membalikkan keadaan saat melawan Chelsea. Meskipun situasi terlihat suram bagi mantan gelandang tersebut, sejarah mencatat bahwa banyak manajer pernah berada di situasi tanpa harapan namun berhasil selamat dari pemecatan, seperti dilansir Planet Football.
Mikel Arteta
Kisah Mikel Arteta kerap dijadikan rujukan setiap kali ada manajer yang tengah melewati periode sulit bersama klubnya. Tekanan di Arsenal memuncak setelah finis di peringkat kedelapan pada musim 2020-2021 membuat mereka absen dari kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak era Arsene Wenger. Goodwill dari kemenangan Piala FA di musim pertamanya memudar ketika Arsenal menelan kekalahan pada tiga laga pembuka musim 2021-2022 tanpa mencetak satu gol pun, termasuk kekalahan telak 5-0 dari Manchester City yang membuat The Gunners berada di dasar klasemen Liga Primer. Arsenal kemudian bangkit dengan meraup 20 poin dari delapan pertandingan berikutnya dan tidak pernah menengok ke belakang.
Andoni Iraola
Andoni Iraola sempat mengalami masa-masa sulit di Bournemouth dengan catatan sembilan pertandingan tanpa kemenangan dan hanya meraih empat poin sebelum menjamu Burnley pada Oktober 2023. Bournemouth tetap memberikan kepercayaan kepada pelatih asal Basque tersebut, hingga akhirnya menang 2-1 atas Burnley dan memulai rentetan enam kemenangan dari tujuh laga. Iraola kemudian sukses memecahkan rekor poin klub di Liga Primer dan membawa timnya menembus kompetisi Eropa.
Luis Enrique
Kini dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia usai dua kali meraih treble, Luis Enrique sempat berada di ujung tanduk pada Januari 2015 ketika menangani Barcelona. Lionel Messi dilaporkan tidak bahagia, hasil pertandingan tidak konsisten, dan pers Catalan gencar memberikan kritik tajam. Namun, kemenangan tengah musim melawan Atletico Madrid berhasil mengubah segalanya secara total.
Daniel Farke
Daniel Farke sempat dikabarkan berada di ambang pemecatan pada akhir November setelah Leeds United mencatatkan enam kekalahan dari tujuh pertandingan. Manajer asal Jerman tersebut melakukan perubahan taktik yang jarang diduga dengan beralih menggunakan tiga bek, yang langsung mengubah Leeds menjadi salah satu tim paling sulit dikalahkan di divisi tersebut.
David Moyes
West Ham United sempat berada dalam ancaman bahaya degradasi pada Januari 2023 dengan laporan media yang menyebutkan David Moyes akan dipecat jika kalah dari Everton. Kemenangan 2-0 atas Everton menyelamatkan posisi Moyes, dan The Hammers perlahan keluar dari zona bahaya. Lima bulan berselang, Moyes justru merayakan sukses menjuarai Liga Konferensi Eropa.
Erik ten Hag
Erik ten Hag nyaris kehilangan jabatannya jelang final Piala FA 2024, di mana laporan menyebutkan ia akan tetap dipecat terlepas dari hasil pertandingan. Manchester United justru tampil gemilang mengalahkan Manchester City 2-1, yang membuat jajaran petinggi klub mengurungkan niat dan memberikan kontrak baru bagi sang juru taktik asal Belanda meski hanya finis di peringkat kedelapan.
Mauricio Pochettino
Tottenham Hotspur terpuruk di papan bawah klasemen saat bertandang ke markas Aston Villa pada November 2014, dengan Mauricio Pochettino yang sudah menghadapi tekanan besar terkait masa depannya. Gol tendangan bebas Harry Kane jelang pertandingan berakhir memastikan kemenangan dramatis dan menyelamatkan karier kepelatihan Pochettino di klub tersebut.
Pochettino mengenang momen tersebut dengan menyatakan bahwa gol itu memberikan emosi luar biasa dan kesempatan bagi timnya untuk terus bekerja serta mencoba mengubah nasib klub.
Sumber: Planet Football







