Transfer Pemain

Bintang Muda Tottenham Mungkin Tak Akan Kembali ke Spurs

Bintang Muda Tottenham Mungkin Tak Akan Kembali ke Spurs

Klub Liga Primer Inggris Tottenham Hotspur kini berbangga karena telah melahirkan seorang pemenang Ballon d’Or. Mantan pemain andalan mereka, Harry Kane, kembali ke London pada Senin malam untuk menerima penghargaan prestisius tersebut.

Perjalanan Kane Menuju Puncak Karier

Ketika Kane pertama kali mencetak penampilan sebagai starter di Liga Primer pada 2014, Spurs hanya membutuhkan tambahan gol di tengah paceklik performa penyerang mahal saat itu, Roberto Soldado. Gol debutnya melawan Sunderland langsung memukau banyak pihak dan berlanjut dengan dua gol dalam dua laga berikutnya, terutama setelah kedatangan manajer Mauricio Pochettino.

Sepanjang musim penuh pertamanya sebagai penyerang utama, Kane mengemas 31 gol di semua ajang kompetisi. Label sebagai pemain satu musim sempat disematkan kepada dirinya, namun ia membuktikan konsistensi dengan mencetak 28 gol, disusul 35 gol, dan kemudian 41 gol pada musim-musim berikutnya hingga mengumpulkan total 213 gol di Liga Primer.

Meskipun demikian, para pendukung rival kerap menyoroti kegagalan Kane mempersembahkan trofi selama membela klub London Utara tersebut. Kane akhirnya memilih pindah ke Bayern Munich untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara hingga akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia.

Ancaman Kehilangan Talenta Muda Masa Depan

Kini, pertanyaan terbesar bagi manajemen klub adalah menemukan sosok bintang muda berikutnya yang dapat mengikuti jejak Kane. Akademi klub yang sebelumnya melahirkan legenda seperti Glenn Hoddle dan Ledley King kini menghadapi tantangan besar di era sepak bola modern.

Situasi ini terlihat dari langkah Will Lankshear yang memilih hengkang pada bursa transfer musim panas demi mendapatkan menit bermain di Championship bersama Middlesbrough. Kebijakan klub mendatangkan penyerang-penyerang bintang melalui bursa transfer membuat para pemain muda enggan menunggu kesempatan.

Hal serupa juga dialami oleh Mikey Moore yang saat ini menjalani masa peminjaman di klub Jerman, Koln. Kehadiran barisan penyerang mahal di skuad utama berisiko memaksa pemain berusia 19 tahun tersebut untuk menyelesaikan kepindahan secara permanen.

Dua belas tahun lalu, pelatih Tim Sherwood berani menepikan penyerang termahal klub demi memberi jalan bagi Kane untuk bersinar. Kini, dengan dinamika ketat di Liga Primer, Moore dikhawatirkan tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk membela Spurs lagi.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *