Berita Bola

Catatan Buruk Michael Carrick di Manchester United

Catatan Buruk Michael Carrick di Manchester United

Manajer Manchester United, Michael Carrick, dikabarkan berada di ambang pemecatan setelah mencatatkan awal musim 2026/27 yang sangat buruk. Carrick gagal mengulangi kesuksesan masa baktinya sebagai manajer interim pada Januari lalu yang sempat mengantar Setan Merah finis di peringkat ketiga dan kembali ke Liga Champions.

Awal Musim Terburuk Sejak 1986/87

Manchester United saat ini baru mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan pembuka Liga Primer, yang menjadi catatan terburuk mereka pada tahap ini sejak musim 1986/87. Kekalahan 3-0 dari Bournemouth membuat United terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara sekaligus memperpanjang rentetan delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi, seperti dilaporkan Planet Football.

Rentetan hasil negatif tersebut mencakup kekalahan di Piala Liga Inggris dari Brighton di kandang sendiri, serta kekalahan dari Atletico Madrid dan Como di ajang Liga Champions. Usai takluk di tangan Bournemouth, Carrick mengakui situasi timnya saat ini sangat berat dan dirinya tidak mengetahui kepastian masa depannya.

“Ini adalah situasi yang sulit, tidak ada yang perlu disembunyikan,” ujar Carrick seperti dikutip dari Planet Football. “Seperti apa bentuknya nanti dan apa langkah selanjutnya, saya benar-benar tidak tahu. Saya akan selalu melakukan yang terbaik untuk klub sepak bola ini dan saya tidak akan mengubahnya sekarang. Saya mencintai apa yang saya lakukan dan saya merasakan tanggung jawab – kita lihat saja nanti.”

Perbandingan Rekor Akhir Era Manajer Manchester United

Pergantian kepelatihan kini terasa tak terhindarkan, dengan Julian Nagelsmann dan Eddie Howe menjadi dua kandidat terdepan untuk mengambil alih kendali di Old Trafford. Planet Football melakukan perbandingan performa delapan pertandingan terakhir Carrick dengan masa-masa akhir seluruh manajer Manchester United setelah era Sir Alex Ferguson.

David Moyes mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam delapan laga terakhirnya dengan rasio kemenangan mencapai 50 persen. Louis van Gaal menorehkan enam kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dengan rasio kemenangan 75 persen sebelum meninggalkan kursi kepelatihan.

Jose Mourinho membukukan dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan pada delapan pertandingan penghujungnya. Sementara itu, Ole Gunnar Solskjaer mencatatkan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan dengan rasio kekalahan mencapai 50 persen.

Ralf Rangnick, yang bertugas sebagai manajer interim, mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang, dan lima kekalahan dalam delapan pertandingan terakhirnya. Erik ten Hag mengakhiri masa jabatannya dengan satu kemenangan, lima hasil imbang, dan dua kekalahan.

Ruben Amorim mencatatkan tiga kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan dengan rasio kemenangan 37,5 persen dalam delapan pertandingan pamungkasnya. Di sisi lain, Michael Carrick sejauh ini mencatatkan nol kemenangan, tiga hasil imbang, dan lima kekalahan dari delapan pertandingan awal musim ini dengan rasio kekalahan mencapai 62,5 persen dan kebobolan 16 gol.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *