Pendukung Manchester United sempat merasakan optimisme tinggi berkat penampilan gemilang Kobbie Mainoo, kontribusi Bruno Fernandes, serta keyakinan kepada pelatih Michael Carrick. Kebahagiaan mereka kian bertambah ketika rival sekota mereka, Manchester City, dinyatakan bersalah atas pelanggaran 114 aturan Liga Primer yang berpotensi membuahkan sanksi berat.
Krisis di Old Trafford
Namun, fokus suporter kembali tertuju pada keterpurukan tim kesayangan mereka setelah performa yang menurun drastis. Michael Carrick kini menghadapi ancaman pemecatan usai kekalahan tiga gol tanpa balas dari Bournemouth, meski manajemen klub dilaporkan memberikannya kesempatan terakhir dalam beberapa pertandingan ke depan.
Pertemuan penting yang melibatkan Sir Jim Ratcliffe, perwakilan keluarga Glazers, CEO Omar Berrada, dan direktur sepak bola Jason Wilcox memutuskan bahwa Carrick masih akan memimpin skuad untuk laga melawan Chelsea. Nasibnya selanjutnya akan ditentukan dari hasil pertandingan menghadapi AS Roma dan Aston Villa sebelum jeda internasional.
Para pendukung sempat memberikan dukungan kepada Carrick saat meninggalkan lapangan, namun kemarahan mereka kemudian tumpah kepada para pemain di lapangan. Suporter menyadari bahwa masalah utama klub tidak terletak pada sang pelatih semata, melainkan pada struktur kepemilikan dan kinerja manajemen secara keseluruhan.
Tuntutan Perubahan Kepemilikan
Keluarga Glazers dituding menjadi akar permasalahan klub sejak melakukan pengambilalihan dengan skema utang sebesar 600 juta poundsterling pada 21 tahun silam. Sementara itu, Sir Jim Ratcliffe yang memegang sebagian saham gagal memenuhi janji untuk menghadirkan standar terbaik bagi klub.
Keluarga Glazers saat ini masih menguasai 72 persen saham klub serta memegang kendali penuh atas potensi penjualan berkat klausul khusus dalam kesepakatan mereka dengan Ratcliffe. Kendati demikian, laporan ESPN menyebutkan bahwa pasar investasi untuk membeli klub Liga Primer sedang lesu akibat ketidakpastian sanksi yang akan dijatuhkan kepada Manchester City.
Sumber internal menyebutkan bahwa terdapat dua faktor utama yang dapat memicu keluarga Glazers untuk melepas kepemilikan mereka. Faktor tersebut adalah degradasi Manchester City dari Liga Primer serta kepastian terkait proyek pembangunan stadion baru berkapasitas 100.000 penonton di Old Trafford yang sempat mendapat penolakan dari suporter.







