Daftar Isi
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menunjuk Media Experts Limited dan MBS untuk menjual hak siar televisi free-to-air atau siaran gratis Piala Negara-Negara Afrika (AFCON) 2027 di kawasan Sub-Sahara Afrika, seperti dilaporkan Inside World Football.
Cakupan Wilayah dan Turnamen
Siaran gratis tersebut akan menjangkau tiga negara tuan rumah yakni Kenya, Uganda, dan Tanzania, serta pasar sepak bola terbesar seperti Nigeria dan Afrika Selatan. Wilayah jangkauan ini turut mencakup Ghana, Republik Demokratik Kongo, Senegal, Angola, dan Ethiopia, dengan stasiun televisi lokal di setiap negara yang akan diumumkan pada bulan-bulan mendatang.
Paket hak siar tersebut juga mencakup turnamen AFCON Futsal dan Sepak Bola Pantai 2026, serta kejuaraan U-20 dan U-17 2027. Ajang AFCON Pamoja 2027 dijadwalkan bergulir dari 19 Juni hingga 17 Juli, yang menjadi edisi pertama di Afrika Timur sejak Ethiopia terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1976.
Respons Para Pemimpin dan Target Penonton
Presiden CAF Patrice Motsepe menyatakan bahwa hampir dua miliar orang menyaksikan turnamen 2023 di Pantai Gading, sementara edisi Maroko 2025 mencapai 3,6 miliar penonton, dan angka tersebut meningkat menjadi enam miliar jika mencakup penayangan digital. Dokumen tender CAF sendiri mencatat pemirsa televisi Maroko berada di angka lebih dari 3,2 miliar.
Chief Executive Officer Media Experts Limited (MEL) Kunle Falodun mengatakan bahwa televisi gratis merupakan medium bagi masyarakat Afrika untuk menyaksikan momen-momen terbesar secara bersama-sama. Menurutnya, hal tersebut memberikan peluang bagi merek dan sponsor korporat untuk berdiri berdampingan dengan kompetisi tim nasional yang paling banyak ditonton di benua tersebut.
Sementara itu, Chief Executive Officer MBS Richard Dimosi Diasolwa menuturkan bahwa pendistribusian turnamen AFCON 2023 memperlihatkan dampak ketika siaran sampai ke setiap rumah, di mana jalanan menjadi sepi, ruang keluarga penuh, dan seluruh bangsa menonton bersama.
Model Pendapatan dan Tantangan Penyiaran
Model bisnis ini membagi wilayah antara Canal+ untuk televisi berbayar dan pihak agensi untuk siaran gratis, sehingga memberikan CAF dua sumber pendapatan tanpa mengorbankan jangkauan penonton. Pendekatan ini dinilai penting di tengah kondisi televisi berbayar yang masih belum terjangkau bagi sebagian besar masyarakat, mengingat data GeoPoll menunjukkan sebanyak 64 persen suporter di Nigeria menyaksikan pertandingan langsung melalui siaran gratis.
Tantangan berikutnya bagi pihak distributor adalah menyalurkan hak siar kepada lembaga penyiaran nasional, yang sebagian besar merupakan milik negara dan mengalami keterbatasan dana, sementara angka 500 juta rumah tangga dari CAF merupakan sebuah target. Di sisi lain, proses tender terpisah untuk hak siar global edisi 2028, 2032, dan 2036 sedang berjalan seiring persiapan CAF melakukan pemungutan suara terkait wacana mengubah siklus AFCON menjadi empat tahun sekali atau mempertahankan durasi dua tahun sekali saat ini.
Sumber: Inside World Football







