Aksi dramatis Ryan Naderi menjelang akhir pertandingan berhasil memecah pertahanan ketat Aberdeen sekaligus membawa Rangers melaju ke babak final Premier Sports Cup. Kemenangan tipis ini dipastikan lewat gol semata wayang di Stadion Hampden Park.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama berjalan dengan tempo lambat dan minim peluang, di mana Aberdeen mampu membatasi Rangers hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Memasuki paruh kedua, skuad asuhan Derek McInnes meningkatkan intensitas permainan dan sempat memberikan ancaman melalui aksi Nesta Guinness-Walker yang ditepis kiper Ivor Pandur. Kapten Aberdeen, Kevin Nisbet, juga nyaris mencetak gol lewat sundulan kepala yang melebar dari sasaran.
Pertandingan semakin terbuka setelah jeda ketika kiper Aberdeen, Marius Müller, melakukan penyelamatan dari tembakan Badredine Bouanani. Di sisi lain lapangan, penyerang Rangers, Kevin Kelsy, membuang peluang emas setelah sundulannya dari jarak dekat melenceng dari tiang gawang. Gempuran bertubi-tubi terus dilancarkan lini serang Rangers hingga membuat lini belakang Aberdeen berada di bawah tekanan hebat sepanjang babak kedua.
Gol Penentu Kemenangan
Pertahanan Aberdeen akhirnya runtuh pada menit ke-83 ketika Bouanani mengirimkan bola kepada James Penrice yang melepaskan tembakan ke arah gawang. Naderi dengan sigap mengubah arah bola untuk memperdaya Müller dari jarak dekat dan mencatatkan gol kedudulannya musim ini. Menurut laporan The Guardian, kemenangan ini memperpanjang catatan tidak terkalahkan Rangers menjadi 10 pertandingan beruntun.
Selepas pertandingan, Naderi mengungkapkan rasa bahagianya atas kemenangan tersebut dan kontribusinya bagi tim. “Rasanya luar biasa. Saya senang, tentu saja, senang menjadi orang yang mencetak gol, tetapi senang untuk tim. Saya pikir kami pantas mendapatkannya. Kami percaya kami bisa mencetak gol sampai detik terakhir dan kami melakukannya, dan saya pikir ini adalah kemenangan yang pantas,” ujar Naderi seperti dilaporkan The Guardian.
Naderi juga sempat berkelakar mengenai kebiasaannya mencetak gol dari jarak dekat setelah gagal memanfaatkan peluang dari luar kotak penalti. “Jadi saya kembali ke dalam kotak penalti. Mungkin saya harus tetap melakukan hal yang mudah saja! Seperti yang saya katakan, saya hanya senang dengan situasi saat ini dan saya akan mencoba untuk tetap mempertahankannya,” tambahnya.
Berkat hasil ini, Rangers berhak melangkah ke babak final dan akan menghadapi pemenang laga semifinal antara Hearts dan Hibernian.
Sumber: Football | The Guardian







