Tottenham Hotspur akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan mencatatkan tiga kemenangan beruntun di Liga Primer setelah hampir 21 bulan. Kemenangan terbaru diraih atas Crystal Palace dengan skor meyakinkan di kandang sendiri.
Kemenangan atas Palace dan Catatan Baru Spurs
Spurs meraih kemenangan meyakinkan pada hari Sabtu (waktu setempat) ketika menjamu Crystal Palace yang harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-13. Penyerang Palace, Jean-Philippe Mateta, mendapat kartu merah akibat tekel keras terhadap Micky van de Ven. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah melalui gol-gol dari Archie Gray dan Jan Paul van Hecke.
Hasil positif ini mendongkrak posisi Tottenham ke papan atas klasemen sementara. Rangkaian tiga kemenangan beruntun ini merupakan yang pertama kalinya bagi Spurs sejak Februari 2025, atau lebih dari 600 hari lalu. Jumlah tiga kemenangan tersebut bahkan sama dengan total kemenangan mereka dalam 26 pertandingan liga sebelumnya dari paruh kedua musim lalu, di mana mereka mencatat 10 kali imbang dan 13 kekalahan.
Sebelum pertandingan melawan Palace, suasana di dalam stadion sempat diliputi kekhawatiran akibat bayang-bayang performa buruk di masa lalu. Namun, para pemain Spurs mampu membalikkan situasi untuk mengamankan kemenangan kandang beruntun di liga untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.
Performa Pemain Baru dan Reaksi Pelatih
Perubahan suasana positif di ruang ganti turut diakui oleh pelatih kepala Roberto de Zerbi. Berbicara kepada BBC Sport Match Of The Day, De Zerbi menyatakan kepuasannya terhadap fokus dan reaksi luar biasa yang ditunjukkan oleh anak asuhnya saat kehilangan bola, serta peluang yang berhasil diciptakan sepanjang laga.
De Zerbi juga meminta kesabaran publik terkait adaptasi rekrutan musim panas bernilai besar, Sandro Tonali dan Mateus Fernandes, yang sempat memulai musim dengan lambat. Melawan Palace, Tonali tampil sebagai motor permainan lewat kekuatan fisik dan kreativitasnya, sementara Fernandes terus aktif mencari celah di lini tengah. Selain itu, Dejan Kulusevski kembali tampil sebagai pemain pengganti dan langsung memberikan ancaman nyata usai pulih dari cedera panjang.
Dominasi Spurs terlihat jelas dari statistik pertandingan dengan melepaskan 34 tembakan berbanding dua tembakan milik lawan. Selisih 32 tembakan ini menjadi catatan terbesar bagi Spurs sejak Opta mulai merekam data tersebut pada musim 2003-2004. Tottenham juga mencatat penguasaan bola sebesar 79,4 persen, yang menjadi angka tertinggi kedua mereka sepanjang sejarah Liga Primer.
Di sisi lain, kekalahan ini semakin menekan pelatih Crystal Palace, Pierre Sage, mengingat timnya kini terpuruk di zona tiga terbawah dengan baru mengantongi dua kemenangan dari sembilan laga liga.
Menanggapi tren positif timnya, De Zerbi menegaskan pentingnya menjaga ambisi dan rasa lapar untuk terus meraih kemenangan demi memuaskan para suporter. Ia mengingatkan bahwa tiga kemenangan beruntun masih belum cukup untuk menghapus catatan buruk klub dalam dua hingga tiga musim terakhir, sehingga para pemain wajib mempertahankan sikap dan semangat yang sama di setiap pertandingan.
Sumber: BBC Sport







