Berita Bola

Karier Jack Grealish di Everton Terancam Usai Dicoret

Karier Jack Grealish di Everton Terancam Usai Dicoret

Masa depan Jack Grealish di Everton kini berada di ambang ketidakpastian setelah sang pemain sayap dicoret dari skuad akibat pelanggaran disiplin klub. Pemain berusia 31 tahun itu ditinggal dalam pertandingan Piala Liga melawan Newcastle United setelah absen dalam sesi latihan.

Dari Puncak Kejayaan Menuju Ketidakpastian

Tiga tahun lalu, Grealish dipercaya tampil penuh dalam kemenangan Manchester City di final Liga Champions melawan Inter Milan karena Pep Guardiola memiliki keyakinan besar padanya. Namun, kepercayaan tersebut perlahan memudar akibat cedera dan performa yang tidak konsisten, hingga Manchester City berniat melepasnya pada musim panas 2025 sebelum Everton memboyongnya dengan status pinjaman.

Pada awalnya, Grealish sempat diproyeksikan menjadi ikon era baru Everton dengan mencetak gol kemenangan melawan Crystal Palace dan Bournemouth serta menyumbang enam assist pada paruh pertama musim lalu. Sayangnya, cedera kaki pada pertengahan Januari menghentikan momentum tersebut, dan ia gagal mencatatkan lebih dari 28 penampilan liga dalam satu musim sejak kampanye 2019-20 bersama Aston Villa.

Masalah Disiplin yang Berulang

Keputusan Everton untuk meminjamnya kembali musim panas ini didorong oleh kepindahan Iliman Ndiaye ke Manchester City. Enzo Maresca sempat memberikannya kesempatan di awal musim, sementara pelatih Everton, David Moyes, kini harus menghadapi situasi sulit akibatindisipliner pemain seniornya tersebut.

Sepanjang kariernya, Grealish kerap tersandung masalah di luar lapangan, mulai dari pelanggaran aturan pembatasan sosial, larangan mengemudi, hingga insiden mabuk yang menjadi viral. Meskipun ia mengakui gemar berpesta dan kerap kesulitan memilih waktu yang tepat untuk bersenang-senang, perilakunya dinilai belum menunjukkan kedewasaan seiring bertambahnya usia.

Di balik karismanya yang ramah kepada para pendukung dan keterlibatannya dalam kegiatan amal, Grealish kini harus membuktikan rasa hormat kepada diri sendiri dan klubnya. Kontraknya bersama Manchester City akan berakhir pada akhir musim, dan tujuh bulan ke depan menjadi penentu krusial bagi masa depan kariernya di level tertinggi.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *