Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkan rencana penyelenggaraan Piala Afrika (Afcon) setiap empat tahun sekali. Presiden CAF, Patrice Motsepe, memastikan turnamen bergengsi tersebut akan kembali menggunakan format tradisional dua tahunan demi memajukan dan melindungi kepentingan sepak bola Afrika.
Keputusan pembatalan ini diambil 10 bulan setelah Motsepe mengumumkan perubahan ke siklus empat tahunan menjelang putaran final Afcon 2025 di Maroko. Kala itu, Motsepe beralasan perubahan dilakukan untuk menyeimbangkan kalender sepak bola global. Namun, langkah tersebut memicu penolakan dari mayoritas federasi anggota yang menilai keputusan diambil secara sepihak oleh komite eksekutif tanpa pembahasan di majelis umum.
Alasan Keuangan dan Penolakan Federasi
Piala Afrika merupakan penopang utama keuangan CAF. Seperti dilaporkan BBC Sport, turnamen Afcon 2025 di Maroko diproyeksikan meraup pendapatan 192 juta dolar AS atau sekitar 66 persen dari total pemasukan CAF dari seluruh kompetisi. Pejabat Asosiasi Sepak Bola Zambia (Faz), Sydney Mungala, menuturkan kepada BBC Sport bahwa sebagian besar program tim nasional bergantung pada sokongan dana hasil kompetisi CAF dan FIFA.
Sebagai pengganti rencana turnamen empat tahunan, CAF sempat mengusulkan pembentukan Liga Bangsa-Bangsa Afrika tahunan. Namun, pengalaman kegagalan Liga Super Afrika 2022—yang dihentikan hanya setelah satu edisi karena nilai komersial tidak sesuai harapan—membuat banyak pihak ragu. Motsepe akhirnya mengakui Liga Bangsa-Bangsa Afrika membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum mampu memberikan kontribusi finansial yang signifikan.
Dinamika Politik dengan FIFA dan Jadwal Mendatang
Gagasan menggelar Afcon empat tahun sekali pertama kali dilontarkan Presiden FIFA Gianni Infantino pada Februari 2020. Menurut jurnalis Aljazair Maher Mezahi kepada BBC Sport, dukungan federasi Afrika terhadap pencalonan kembali Infantino diimbangi dengan tuntutan agar siklus dua tahunan Afcon dikembalikan.
Dengan berbaliknya keputusan ini, jadwal kompetisi mendatang tetap mempertahankan edisi 2027 di Kenya, Tanzania, dan Uganda pada 19 Juni hingga 17 Juli. Edisi berikutnya tetap akan digelar pada 2028, disusul edisi 2031 dan 2033 untuk menghindari bentrokan jadwal dengan Piala Dunia, sementara Liga Bangsa-Bangsa Afrika diusulkan mulai bergulir pada September 2029.
Sumber: BBC Sport






