Klub Liga Primer Tottenham Hotspur mengalami sejumlah kegagalan dalam perekrutan pemain setelah mengeluarkan dana besar untuk memenuhi tuntutan para pendukung sejak kepindahan ke stadion baru pada April 2019. Manajemen klub telah memberikan dukungan finansial yang besar, termasuk kepada manajer Roberto De Zerbi yang menerima lebih dari 250 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas lalu, namun tidak semua investasi tersebut membuahkan hasil positif di London Utara.
Kegagalan Richarlison di Tottenham Hotspur
Pada musim panas 2022, Spurs mendatangkan penyerang Richarlison dengan nilai 50 juta poundsterling untuk meringankan beban penyerang utama Harry Kane. Harapan besar dari para pendukung harus pupus karena pemain asal Brasil itu gagal memenuhi ekspektasi dan tampil mengecewakan di klub.
Selama empat tahun membela Spurs, sang penyerang mencatatkan 134 penampilan di semua kompetisi, dengan sebagian besar hadir sebagai pemain pengganti dari bangku cadangan. Pemain berusia 29 tahun itu hanya mampu mencetak 32 gol, yang berarti rata-rata satu gol setiap 4,1 pertandingan. Manajer Roberto De Zerbi bahkan tidak memasukkan namanya ke dalam skuad Liga Primer untuk musim 2026/2027.
Richarlison belakangan berlatih bersama skuad U-21 dan tampil dalam pertandingan grup Jersey Mike’s melawan tim League Two, Cheltenham Town. Kondisi tersebut membuat kepergian sang pemain hampir pasti terjadi pada bursa transfer Januari mendatang, sementara manajemen klub harus berusaha mendapatkan kembali dana sebesar mungkin dari investasi awal mereka.
Yves Bissouma Dinilai Lebih Buruk
Meskipun Richarlison mendapat banyak kritik atas kegagalannya, gelandang Yves Bissouma justru dinilai sebagai rekrutan yang jauh lebih buruk bagi klub. Gelandang asal Mali itu didatangkan dari Brighton & Hove Albion pada musim panas 2022 dengan nilai transfer dilaporkan mencapai 30 juta poundsterling.
Selama empat tahun berkarier di London Utara, pemain berusia 30 tahun tersebut sering diwarnai kontroversi di luar lapangan yang berujung pada sanksi internal klub. Masalah cedera juga turut memperburuk situasi Bissouma hingga membuatnya tersingkir dari skuad utama di tahun terakhirnya dan hanya mencatatkan 11 penampilan pada musim tersebut.
Berdasarkan catatan statistik, Bissouma tampil dalam 111 pertandingan di semua kompetisi dengan 72 kali menjadi starter, bermain selama 6.468 menit, mencetak dua gol, tanpa assist, serta mengoleksi 27 kartu kuning. Selain nilai transfer 30 juta poundsterling, ia juga menerima gaji sekitar 21 juta poundsterling selama empat tahun, yang menjadikan total pengeluaran klub untuknya mencapai kisaran 51 juta poundsterling.
Angka tersebut membuat klub harus mengeluarkan biaya sekitar 450 ribu poundsterling untuk setiap penampilan yang ia berikan di lapangan. Keparigian Bissouma dengan status bebas transfer pada bursa transfer baru-baru ini semakin mempertegas transaksi tersebut sebagai salah satu keputusan terburuk manajemen, mengalahkan kasus Richarlison dalam hal kombinasi biaya besar, gaji tinggi, dan nihilnya dana yang bisa dikembalikan saat pemain meninggalkan klub.
Sumber: Football FanCast







