Liga Primer

Jamie Carragher Sebut Posisi Carrick di MU Sangat Sulit

Jamie Carragher Sebut Posisi Carrick di MU Sangat Sulit

Jamie Carragher berpendapat Michael Carrick mungkin secara pribadi ingin masa jabatannya sebagai manajer Manchester United segera berakhir karena situasi di Old Trafford kini nyaris tidak dapat dikendalikan.

Pandangan Carragher Mengenai Posisi Carrick

Carrick tetap memegang kendali tim untuk pertandingan tandang Liga Primer menghadapi Chelsea pada hari Sabtu, meskipun Manchester United melalui delapan pertandingan tanpa kemenangan dan tertahan di peringkat ke-16, hanya terpaut satu angka dari zona degradasi.

Otoritas kepelatihannya juga mendapat sorotan tajam menyusul kritik terbuka yang dilontarkan oleh sang kapten, Bruno Fernandes.

Berbicara dalam siniar Stick to Football, Carragher memberikan penilaian keras terhadap posisi Carrick saat ini.

“I think he can never say publicly, but I think Michael Carrick would want to put out of his misery. I really do,” ujar Carragher.

Carragher kemudian mempertanyakan bagaimana Carrick bisa terus memimpin ruang ganti ketika para pemain kemungkinan besar sudah menduga bahwa ia akan segera meninggalkan klub.

Ia menambahkan, “Those players know that Michael Carrick’s not going to be there in two or three weeks. He knows it, they know it, everybody, we know it…”

Seperti dilaporkan Sky Sports, Carragher juga menggambarkan situasi tersebut sebagai hal yang tidak dapat dipertahankan menyusul kekalahan telak tiga gol tanpa balas dari Bournemouth.

Kendati demikian, manajemen United memutuskan untuk mempertahankan Carrick guna menghadapi Chelsea. Para petinggi klub sempat membahas masa depannya usai kekalahan dari Bournemouth namun belum menentukan sosok pengganti.

Sebelumnya, Manchester United sempat bersiap memecat Carrick sebelum ketidakpastian mengenai calon penggantinya menunda keputusan tersebut.

Masalah Otoritas dan Masa Depan Carrick

Argumen Carragher memang tajam, tetapi persoalan terbesar yang dihadapi klub berjuluk Setan Merah itu terletak pada hilangnya otoritas Carrick di hadapan skuad.

Fernandes sempat mempertanyakan taktik United secara terbuka setelah menelan kekalahan empat gol berbanding satu dari Como, sebelum akhirnya dicadangkan dalam laga melawan Bournemouth. Keduanya kini telah melakukan pembicaraan untuk mendinginkan suasana, di mana Fernandes dikabarkan telah meyakinkan Carrick bahwa dirinya tetap berkomitmen untuk memperbaiki hasil di lapangan.

Langkah tersebut memang membantu, tetapi hal itu tidak serta-merta menghilangkan ketidakpastian yang lebih luas di dalam tim.

Para pemain mengetahui bahwa manajemen United sedang mempertimbangkan opsi alternatif, sementara Carrick sendiri menyadari bahwa satu kekalahan lagi dapat mengubah segalanya. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang canggung di mana setiap keputusan taktik selalu dikaitkan dengan kelanjutan masa depannya.

Pertandingan melawan Chelsea pun terasa bukan sekadar laga liga biasa, melainkan sebuah ujian penentuan akhir.

Apabila mampu meraih kemenangan, Carrick berpotensi membeli sedikit waktu. Sebaliknya, jika United kembali menelan kekalahan telak, klaim Carragher mengenai akhir cerita yang sudah diketahui semua orang akan semakin sulit untuk disangkal.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *