Daftar Isi
Manchester United masih mempertahankan Michael Carrick untuk memimpin tim menghadapi lawatan ke kandang Chelsea pada akhir pekan. Namun, masa depan kepelatihan klub berjuluk Setan Merah tersebut masih diselimuti ketidakpastian menyusul hasil-hasil buruk yang didapat.
Situasi Sulit di Bawah Michael Carrick
Keputusan mempertahankan Carrick diambil setelah Chief Executive Omar Berrada dan Director of Football Jason Wilcox melakukan pembicaraan pada hari Senin. Carrick bahkan sudah kembali memimpin sesi latihan meski rumor mengenai kelanjutan kariernya terus berkembang.
Posisi Carrick berada di ujung tanduk setelah Manchester United menelan kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Klub tersebut baru mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan Liga Primer dan hanya unggul satu poin dari zona degradasi.
Kesulitan Manchester United juga merambah ke kancah Eropa. Kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions memperpanjang catatan negatif klub menjadi delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi.
Perbedaan Pandangan Petinggi Klub
Di tengah situasi ini, sejumlah nama mulai dikaitkan dengan posisi manajer permanen. Eddie Howe muncul sebagai kandidat kuat karena pengalamannya di sepak bola Inggris bersama Bournemouth dan Newcastle, yang dinilai cocok oleh Jason Wilcox.
Sir Jim Ratcliffe dikabarkan juga lebih menyukai pelatih asal Inggris. Kendati demikian, merekrut Howe tidak akan mudah karena Manchester United berpotensi harus membayar biaya kompensasi yang besar terkait klausul kepergiannya dari Newcastle pada musim panas.
Selain Howe, nama Antonio Conte turut masuk dalam radar pertimbangan, meski ada keraguan mengenai kecocokannya dengan struktur klub saat ini. Sementara itu, pelatih Brighton Fabian Hürzeler sempat dikaitkan, tetapi laporan media menyebutkan bahwa ia tidak berminat untuk mengisi posisi tersebut.
Dukungan untuk Julian Nagelsmann
Di sisi lain, jurnalis The i Paper, Pete Hall, melaporkan bahwa Head of Recruitment Christopher Vivell secara pribadi menginginkan Julian Nagelsmann. Vivell mengenal kinerja juru taktik tersebut dari masa kerja sama mereka di RB Leipzig, dan sang pelatih dikabarkan berminat menangani Setan Merah.
Meski demikian, Wilcox disebut masih membutuhkan waktu untuk diyakinkan karena ia menginginkan manajer yang memiliki pengalaman di Liga Primer. Perbedaan prioritas ini membuat Nagelsmann memiliki pendukung kuat di dalam klub, namun masih harus meyakinkan pengambil keputusan lainnya.
Di usianya yang menginjak 39 tahun, Nagelsmann telah memiliki rekam jejak melatih Hoffenheim, Leipzig, Bayern Munich, dan tim nasional Jerman. Pelatih yang dijuluki jenius taktik ini pernah memenangi gelar Bundesliga bersama Bayern pada 2022 dan meninggalkan jabatannya di timnas Jerman pada bulan Juli lalu.
Carrick kini mengemban tugas mendesak untuk memulihkan mental para pemainnya sebelum klub menentukan langkah selanjutnya dalam mencari manajer permanen yang didukung penuh oleh jajaran operasional sepak bola.
Sumber: Football FanCast







