Pemenang Ballon d’Or Harry Kane mendapat peringatan bahwa rencana kariernya sebagai penendang NFL di masa depan bisa berujung pada kekecewaan. Komentar tersebut muncul setelah penyerang Bayern Munich itu sukses merengkuh penghargaan prestisius tersebut.
Peluang di NFL dan Peringatan Pengamat
Kane mencatatkan sejarah pada Senin malam sebagai pemain Inggris pertama yang meraih Ballon d’Or sejak 2001. Keberhasilan ini diraih setelah ia mencetak 61 gol untuk klub dan total 73 gol sepanjang musim lalu bersama klub dan tim nasional, mengungguli Kylian Mbappe serta Lamine Yamal.
Di usia 33 tahun dan dengan catatan 10 gol serta tujuh asis di musim ini, penyerang timnas Inggris itu masih menunjukkan performa tajam. Namun, rencana pensiunnya untuk beralih ke American Football kembali menjadi sorotan. Kane sebelumnya pernah menyatakan ketertarikannya untuk menjajal NFL usai karier sepak bolanya berakhir karena dinilai lebih realistis.
Wartawan olahraga asal Amerika Serikat, Brian Smith, menilai kemampuan menendang penyerang tersebut cukup mumpuni. Smith menyatakan kepada talkSPORT bahwa Kane memiliki kualitas tendangan yang bahkan lebih baik daripada beberapa penendang NFL saat ini.
Namun, rekan pembawa acara Jay Lawrence berpendapat bahwa usia Kane akan menjadi kendala dan langkah tersebut berisiko sekadar menjadi ajang humas bagi klub peminat. Menanggapi hal itu, Smith memperkirakan pemilik New York Jets, Woody Johnson, bisa saja menggelontorkan dana besar demi mendatangkan sang bintang untuk kepentingan merek.
“You know what will happen, Woody Johnson will pay Harry Kane $20m just to get him in the [New York] Jets uniform and do some branding,” ucap Smith seperti dilaporkan Football365. “Then he ends up on a 3-14 team and is absolutely miserable.”
Perjalanan Karier dan Kerja Keras
Dalam pidatonya di malam penghargaan Ballon d’Or, Kane mengenang kembali perjuangan panjang yang harus ia lalui untuk mencapai puncak karier sepak bola. Ia mengaku perjalanannya tidaklah mudah dan membutuhkan ketekunan mental yang tinggi.
“Not many people would have thought it, and maybe even I wouldn’t have thought I’d be this far,” tutur Kane dalam pidatonya.
Ia menambahkan bahwa dirinya harus melewati berbagai fase naik turun di awal kariernya dan tidak pernah dipandang sebagai calon megabintang seperti beberapa pemain masa kini. Ketekunan, keyakinan diri, serta tekad yang kuat membantunya bertahan dan terus berkembang di level tertinggi.






