Badan sepak bola Eropa, UEFA, semakin mendekati keputusan untuk memilih seorang kandidat yang akan maju dalam pemilihan presiden FIFA guna menantang petahana Gianni Infantino. Langkah ini diambil seiring dengan sikap UEFA yang menunggu berakhirnya batas waktu tanggapan dari FIFA.
Menunggu Jawaban dan Dokumen FIFA
Menurut laporan Inside World Football, UEFA dikabarkan menunggu hingga tenggat waktu 2 November yang mereka tetapkan kepada FIFA terlewati sebelum mengumumkan calon penantang Infantino. Para pejabat sepak bola Eropa tetap merasa optimis dapat menemukan figur yang tepat untuk posisi tersebut.
UEFA menuntut FIFA untuk memberikan respons terhadap berbagai pertanyaan mengenai program FIFA Forward Enterprise (FFE) serta tata kelola yang sempat mengemuka dalam rapat Dewan FIFA di Zurich, Swiss. Selain itu, badan sepak bola Eropa tersebut juga mendesak agar dokumen-dokumen terkait FFE segera dirilis, setelah sebelumnya mengajukan mosi di pengadilan Amerika Serikat pada Agustus lalu.
UEFA memimpin barisan oposisi untuk mendongkel Infantino yang hingga kini menolak panggilan mundur. Meski demikian, upaya UEFA sempat terkendala karena belum berhasil memunculkan kandidat yang kuat. Pimpinan Concacaf Victor Montagliani dan pimpinan AFC Shaikh Salman Bin Ibrahim Al-Khalifa dipastikan tidak akan mencalonkan diri. AFC bahkan mengubah sikapnya dari seruan mundur pada Juli lalu menjadi memberikan dukungan berlebihan kepada Infantino pekan lalu. Tokoh klub asal Qatar, Nasser Al Khelaifi, juga menyatakan tidak berminat maju sebagai calon presiden FIFA.
Nama Arsene Wenger sempat dipandang positif di lingkaran sepak bola Eropa. Akan tetapi, mantan pelatih Arsenal asal Prancis tersebut sedang bertugas di Piala Dunia U-15 FIFA di Azerbaijan dalam kapasitasnya sebagai kepala pengembangan sepak bola global FIFA, dan tidak dinilai sebagai kandidat serius mengingat loyalitasnya kepada Infantino.
Peta Kekuatan dan Kampanye Kandidat
Para bakal calon memiliki waktu hingga 18 November untuk mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam bursa pemilihan. Tantangan berat menanti para penantang karena Infantino tidak hanya mengantongi dukungan dari AFC, tetapi juga mendapat sokongan dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) serta badan sepak bola Amerika Selatan (Conmebol). Meskipun dukungan di Asia dan Afrika mungkin tidak bulat, kekuatannya tetap signifikan.
Kendati demikian, Pangeran Ali bin Al Hussein dari Yordania menyatakan bahwa dukungan konfederasi tidak serta-merta menentukan arah suara para anggota. Mengingat pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara rahasia, setiap asosiasi anggota tetap memiliki kebebasan untuk memilih sesuai nurani tanpa harus merasa khawatir terhadap ancaman atau sanksi dari pihak FIFA maupun Infantino.
Dalam beberapa pekan terakhir, Infantino terpantau aktif berkampanye dengan berkeliling dunia menggunakan jet pribadi yang disediakan oleh Qatar. Ia tercatat telah mengunjungi berbagai wilayah termasuk Karibia, Teluk, Asia Timur, Maroko, hingga Tanjung Verde.
Di kawasan Eropa, Infantino melakukan kunjungan ke Latvia, Azerbaijan, dan Republik Ceko. Azerbaijan secara terbuka menyatakan komitmennya untuk mendukung Infantino dalam pemilihan nanti, sebuah langkah yang memecah keutuhan suara di Eropa, mengingat Direktur Asosiasi Anggota FIFA Elkhan Mammadov berasal dari negara tersebut. Selain itu, Latvia juga diyakini akan memberikan suaranya kepada Infantino di bilik suara.
Sumber: Inside World Football







