Analisis

Rekor Michael Carrick di MU Dibandingkan Erik ten Hag

Rekor Michael Carrick di MU Dibandingkan Erik ten Hag

Manchester United berpotensi menghadapi pergantian manajer paling awal di era Liga Primer. Michael Carrick berada di ujung tanduk menyusul kekalahan 0-3 dari Bournemouth yang memperpanjang catatan tanpa kemenangan United menjadi delapan pertandingan, seperti dilaporkan Planet Football.

Masa Depan Carrick di Ujung Tanduk

Para petinggi United dikabarkan telah melakukan pembicaraan terkait masa depan Carrick sebagai pelatih kepala. Jika pemecatan terjadi pada hari Rabu, Carrick akan tercatat sebagai manajer United yang paling awal dipecat dalam satu musim di era Liga Primer.

Rekor terburuk saat ini masih dipegang oleh Erik ten Hag yang kehilangan jabatannya pada 28 Oktober 2024. Terdapat kemiripan situasi antara Ten Hag saat itu dan Carrick saat ini, di mana keraguan sempat menyelimuti penunjukan mereka sebelum musim dimulai.

Ten Hag diselamatkan oleh trofi piala pada akhir musim 2023-2024, sementara Carrick tampil terlalu gemilang dalam kapasitas sementaranya sehingga sulit untuk diabaikan. Namun, keraguan masa lalu tersebut kini mulai terbukti, dua tahun berselang hampir pada tanggal yang sama.

Perbandingan Statistik Liga Primer

Berdasarkan catatan pertandingan liga saja, berikut adalah perbandingan performa Erik ten Hag dalam sembilan laga pembuka musim 2024-2025 dengan catatan Michael Carrick dalam delapan laga musim 2026-2027.

Erik ten Hag mencatatkan sembilan pertandingan dengan tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan. Timnya mencetak delapan gol, kebobolan 11 gol dengan selisih gol minus tiga, mengumpulkan 11 poin atau 1,22 poin per pertandingan, mencatatkan empat nirbobol, dan gagal mencetak gol dalam empat laga.

Sementara itu, Michael Carrick menjalani delapan pertandingan dengan satu kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan. Skuad asuhannya membukukan 10 gol, kebobolan 13 gol, mengumpulkan tujuh poin atau 0,88 poin per pertandingan, tanpa satupun nirbobol, serta gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan.

Pihak klub terus memantau situasi ini sementara posisi Carrick semakin tidak menentu di tengah rentetan hasil buruk tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *