Daftar Isi
Celtic menyia-nyiakan peluang memperlebar keunggulan di puncak klasemen Liga Utama Skotlandia usai menelan kekalahan 2-0 dari Falkirk pada hari Minggu (21/9). Skuad asuhan Martin O’Neill tertahan dengan keunggulan empat poin di tempat teratas karena gagal memanfaatkan situasi saat para rival Glasgow bertanding di Piala Liga Skotlandia sehari sebelumnya. Klub raksasa Skotlandia tersebut selanjutnya bersiap menghadapi Besiktas dalam ajang Liga Europa pada Kamis malam sebelum menjamu Kilmarnock akhir pekan depan.
Jalannya Kekalahan Celtic
Tim tuan rumah langsung memecah kebuntuan ketika pertandingan belum genap berjalan tiga menit. Umpan silang Ryan Strain dari sisi kanan membentur pemain lawan dan mengarah ke Ethan Ross, yang sukses memanfaatkan peluang dari jarak dekat. Tertinggal satu gol di atas permukaan artifisial, Celtic gagal bereaksi dengan baik dan kesulitan menciptakan peluang matang hingga akhirnya kembali kebobolan sebelum paruh pertama usai.
Kerjasama apik di sisi kiri pertahanan Falkirk berujung pada bola yang diterima Scott Tanser di dalam kotak penalti. Tanser melepaskan tendangan mendatar keras yang tak mampu dijangkau penjaga gawang Sam Johnstone untuk menggandakan keunggulan timnya. Di babak kedua, The Hoops tetap tidak berdaya menembus pertahanan Scott Bain yang mencatatkan sembilan penyelamatan, sehingga mereka gagal bangkit dari ketertinggalan.
Kesalahan Lini Pertahanan Celtic
Dua pemain belakang yang menjadi sorotan atas buruknya penampilan Celtic pada 40 menit awal adalah Liam Scales dan Cameron Carter-Vickers di posisi bek tengah. Gol pembuka Falkirk bermula dari upaya sapuan bola yang buruk oleh pemain internasional Amerika Serikat tersebut, sementara Scales terlambat menutup ruang untuk memblok tembakan Tanser.
Meski demikian, Carter-Vickers berusaha menebus kesalahannya dengan mencatatkan 14 kontribusi defensif serta tingkat keberhasilan duel darat dan udara yang dominan dibandingkan rekannya asal Republik Irlandia. Terlepas dari siapa yang tampil lebih baik, kedua bek tengah tersebut dinilai merugikan tim lewat kesalahan yang berbuah gol bagi lawan.
Kinerja Lini Tengah yang Mengecewakan
Callum McGregor dan Mika Baur tampil sama buruknya dengan pasangan Carter-Vickers dan Liam Scales saat mengawal lini tengah The Hoops. Keduanya merupakan pilihan utama di lini tengah dalam sepuluh pertandingan terakhir yang hanya menghasilkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan enam kekalahan di bawah arahan O’Neill. Rangkaian hasil tersebut dinilai tidak memenuhi standar klub raksasa Skotlandia, dengan masalah kurangnya tenaga lari dan kekuatan fisik di lini tengah sebagai faktor penyebabnya.
McGregor dan Baur sebenarnya memiliki teknik yang baik dan jarang kehilangan penguasaan bola dengan akurasi umpan mencapai sedikitnya 90 persen saat melawan Falkirk, namun mereka bukan pemain perusak serangan lawan yang efektif. Berdasarkan catatan Football FanCast, kedua gelandang tersebut hanya mencatatkan satu tekel dan nol intersepsi serta melakukan tiga pelanggaran. Kontribusi penguasaan bola mereka juga gagal menutupi kelemahan saat tidak menguasai bola karena tidak satupun dari mereka yang menciptakan peluang emas bagi rekan setim.
Seperti diungkapkan oleh Chris Sutton dalam analisis pascalaga, hasil tersebut sudah diprediksi akibat performa buruk Celtic belakangan ini, di mana lini tengah memegang peran besar di dalamnya. Pasangan gelandang tengah dinilai belum cukup efektif mengatur tempo permainan sehingga keduanya disarankan untuk tidak lagi diturunkan sebagai starter secara bersamaan dalam waktu dekat.
Sumber: Football FanCast







