Kritik pedas Bruno Fernandes pascalaga di Como mendapat kecaman luas, terutama dari suporter Manchester United di Old Trafford yang selalu menunjukkan kesetiaan kepada manajer yang sedang bertugas. Namun, menurut analisis dari FourFourTwo, pernyataan tersebut pada dasarnya mengandung kebenaran yang juga disadari oleh Michael Carrick lewat pilihan taktiknya.
Persoalan Taktik dan Penguasaan Bola
Dalam komentarnya, Fernandes menyatakan bahwa terkadang tim harus lebih berani di bawah tekanan, mengambil risiko untuk melakukan pressing tinggi, dan membuat lawan merasa tidak nyaman alih-alih terlalu banyak memberikan bola kepada tim lawan. Perbedaan antara bertahan di blok rendah dan menekan tinggi merupakan garis pemisah taktik di sepak bola modern antara klub-klub papan atas dengan tim yang mengandalkan serangan balik.
Menurut catatan FourFourTwo, Carrick melatih Manchester United dengan gaya taktik era Sir Alex Ferguson yang dinilai sudah tidak lagi sesuai untuk klub sebesar Setan Merah saat ini. Sejak penunjukkannya pada 15 Januari, Manchester United berada di peringkat kesembilan untuk penguasaan bola di Liga Primer dengan 51,5 persen, urutan ke-13 untuk intensitas pressing dengan catatan 13,2 PPDA, serta posisi ke-12 untuk high turnovers sebanyak 224 kali.
Di sisi lain, Manchester United memuncaki daftar Liga Primer dalam sembilan bulan terakhir untuk kategori serangan langsung sebanyak 105 kali dan serangan cepat sebanyak 43 kali. Data tersebut memperlihatkan bahwa skuad asuhan Carrick bermain dengan gaya tradisional, yang membuat sang pelatih dianggap tertinggal dari perkembangan zaman.
Perubahan Terakhir dan Masa Depan Klub
Meskipun kekalahan telak tiga gol tanpa balas tidak semata-mata disebabkan oleh faktor taktik, rencana yang disiapkan Carrick tetap memberikan petunjuk penting. Melalui instruksi kepada Mason Mount di sisi kiri untuk bergerak ke area tengah, Carrick membentuk formasi lini tengah kotak yang menciptakan permainan sempit alih-alih mengandalkan lebar lapangan seperti era winger klasik.
Bentuk permainan tersebut menyerupai sistem yang digunakan Aston Villa di bawah Unai Emery untuk menguasai jalannya pertandingan melalui jaringan operan yang terstruktur. Walaupun langkah tersebut dinilai terlambat, jurnalis FourFourTwo Alex Keble menilai bahwa jajaran direksi Manchester United tetap perlu memperhatikan masukan dari Fernandes saat mereka memilih manajer berikutnya.
Sumber: Latest from FourFourTwo







