Lazio tetap memimpin puncak klasemen Serie A setelah meraih kemenangan tipis 2-1 atas Parma di kandang sendiri. Hasil positif ini dipastikan lewat aksi Kenneth Taylor dan gol bunuh diri dari Diego Carlos, sementara Parma harus menelan kekalahan ketiga secara beruntun.
Jalannya Babak Pertama
Tim berjuluk Aquile tersebut mengincar kesempatan memperkokoh posisi di puncak klasemen menyusul kemenangan 3-0 atas Juventus sebelumnya. Albert Gudmundsson, Nicolò Rovella, dan Adam Marusic masih absen, sementara Kenneth Taylor pulih dari cedera untuk mengisi susunan pemain awal bersama Andrea Pinamonti yang mengalami sakit tenggorokan.
Di kubu tamu, Parma datang dengan catatan dua kekalahan beruntun tanpa mencetak gol di bawah pelatih Alberto Gilardino, serta kehilangan Nesta Elphege, Pontus Almqvist, dan Hans Nicolussi Caviglia. David Romero membuka peluang pertama bagi Parma pada menit keenam melalui serangan balik, namun sepakannya berhasil dimentahkan kiper Christos Mandas.
Tuan rumah sempat mengira unggul pada menit ke-41 ketika Gustav Isaksen memanfaatkan umpan terobosan Tijjani Noslin untuk menaklukkan kiper Edoardo Corvi, tetapi dianulir wasit karena posisi Isaksen sudah berada dalam posisi offside.
Gol dan Babak Kedua
Lazio memecah kebuntuan lima menit setelah babak kedua dimulai. Umpan terobosan Reda Belahyane yang semula ditujukan kepada Mattia Zaccagni mengenai kaki Diego Carlos, membuat bola jatuh ke jalur Kenneth Taylor yang langsung melepaskan tembakan melengkung ke sudut bawah gawang dari tepi kotak penalti.
Keunggulan tuan rumah bertambah pada menit ke-58 melalui blunder lini belakang Parma. Nuno Tavares menyambut umpan silang dari sisi kiri, dan bola yang coba diamankan Diego Carlos justru masuk ke gawangnya sendiri untuk mencegah Tijjani Noslin mencetak gol, insiden yang juga membuat kiper Edoardo Corvi mengalami cedera kepala ringan.
Parma baru bisa memperkecil ketertinggalan ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu babak kedua. Umpan silang Simone Lontani dari sisi kiri gagal diantisipasi dengan baik oleh Mandas, di mana bola sempat membentur tiang jauh dan teknologi garis gawang mengesahkan terjadinya gol perdana Parma di era kepelatihan Gilardino.
Kemenangan ini menandai start terbaik sepanjang sejarah klub Lazio di kompetisi Serie A dengan catatan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang melawan AC Milan. Pertandingan berakhir dengan skor akhir 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.
Sumber: Football Italia







