Arsenal menyadari skuad mereka masih memerlukan banyak pembenahan usai tersingkir dari ajang League Cup pada Selasa malam waktu setempat. Langkah The Gunners dihentikan oleh klub League Two, Fleetwood Town, melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Alasan Arsenal Melepas Gabriel Martinelli
Pelatih Mikel Arteta melakukan rotasi pemain dalam laga tersebut, namun lini serang gagal menunjukkan kualitas untuk membongkar pertahanan tim lawan tanpa harus melalui drama adu penalti. Pada bursa transfer musim panas lalu, klub juara Liga Primer ini telah menunjukkan ketegasan dengan melepas penyerang asal Brasil, Gabriel Martinelli, ke Al Hilal senilai 55,7 juta poundsterling setelah mencetak 11 gol dan tujuh assist di semua kompetisi musim sebelumnya.
Keputusan tersebut dinilai tepat karena Martinelli dinilai gagal tampil konsisten di sepertiga akhir lapangan. Catatan menunjukkan tiga dari 11 golnya tercipta saat menghadapi klub Championship, Portsmouth, di ajang FA Cup. Di luar torehan hat-trick tersebut, Martinelli hanya mencetak tujuh gol dari 52 pertandingan di seluruh kompetisi, termasuk satu gol dari 30 penampilan di Liga Primer dengan ekspektasi gol (xG) mencapai hampir 4.
Kai Havertz Dinilai Layak Mendapatkan Perlakuan Serupa
Kini, Arteta dihadapkan pada situasi serupa dengan penyerang lainnya dan diminta untuk menjual pemain tersebut pada bursa transfer Januari. Kai Havertz kerap memicu perdebatan sejak didatangkan dari Chelsea senilai 65 juta poundsterling pada musim panas 2023, meski sempat menyumbangkan gol penentu di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain serta total 39 gol di semua kompetisi.
Kendati demikian, penampilan buruk Havertz saat menghadapi Fleetwood menjadi pengingat bahwa ia belum memiliki konsistensi sebagai penyerang papan atas. Dalam laga tersebut, pemain asal Jerman ini melepaskan tujuh tembakan tanpa menghasilkan gol serta membuang dua peluang emas, yang berujung pada tersingkirnya Arsenal lewat adu penalti.
Sejak awal musim lalu, penyerang tengah berharga 65 juta poundsterling ini baru membukukan empat gol dari 20 pertandingan Liga Primer dan menyia-nyiakan sembilan peluang besar. Havertz saat ini bahkan tengah melewati 10 pertandingan tanpa mencetak gol di semua kompetisi untuk klub maupun tim nasional sejak terakhir kali menjebol gawang Chelsea pada September.
Kegagalan menunjukkan ketajaman yang diandalkan membuat Havertz dinilai layak mengikuti jejak Martinelli keluar dari klub. Tugas selanjutnya berada di tangan manajemen untuk mendatangkan pengganti yang sepadan di bursa transfer demi meningkatkan kualitas lini serang Arsenal.
Sumber: Football FanCast







