Liga Primer

Kontroversi VAR, Iraola Pertimbangkan Minta Pemain Jatuh

Kontroversi VAR, Iraola Pertimbangkan Minta Pemain Jatuh

Pelatih Andoni Iraola mempertimbangkan untuk meminta para pemain Liverpool sengaja menjatuhkan diri saat dilanggar di area penalti. Hal tersebut ia sampaikan setelah klaim penalti Alexander Isak diabaikan dalam kekalahan 0-1 dari Arsenal pada pertandingan Liga Primer hari Minggu.

Kekecewaan atas Keputusan VAR

Gol Kai Havertz pada menit ke-16 memberikan kemenangan perdana bagi Arsenal di Anfield dalam 14 tahun terakhir. Namun, fokus utama pertandingan tertuju pada insiden saat Jurrien Timber terlihat jelas menarik kaus Isak ketika penyerang Liverpool itu berusaha menyambut umpan silang Bradley Barcola.

Wasit Andy Madley memilih untuk melanjutkan pertandingan, sementara petugas VAR memutuskan tidak melakukan intervensi. Seperti dilaporkan Mirror, Iraola menegaskan bahwa Liverpool seharusnya dihadiahi tendangan penalti atas insiden tersebut.

Iraola menjelaskan bahwa pelanggaran terhadap Isak sangat jelas karena kausnya ditarik di depan umum, dan keputusan wasit diyakini muncul hanya karena Isak tidak menjatuhkan diri. Kepada Sky Sports, Iraola mengonfirmasi bahwa dirinya akan menginstruksikan para pemain untuk jatuh pada situasi serupa di masa depan. Tiga pengamat sepak bola, Jamie Carragher, Ian Wright, dan Daniel Sturridge, turut menyetujui bahwa Liverpool seharusnya mendapatkan penalti.

Kapten Liverpool Virgil van Dijk juga menyampaikan rasa frustrasinya. Ia mempertanyakan alasan Isak harus membesar-besarkan kontak fisik agar mendapatkan pelanggaran, padahal VAR memiliki akses ke berbagai sudut pandang kamera.

Dampak Keputusan Terhadap Perilaku Pemain

Keputusan wasit tersebut dinilai merugikan Isak yang memilih tetap berdiri jujur meski kausnya ditarik dan berpotensi menghalanginya mencapai bola. Ketiadaan aksi menjatuhkan diri yang dramatis seharusnya tidak dijadikan dasar untuk menentukan terjadi atau tidaknya sebuah pelanggaran.

Kondisi ini dinilai menciptakan dorongan yang keliru bagi para pemain di lapangan. Ketika para manajer terus mengimbau pemain agar tidak melakukan diving, keputusan offisial pertandingan seperti ini justru memaksa para penyerang membesar-besarkan kontak agar pelanggaran nyata tidak diabaikan.

Di sisi lain, kekalahan Liverpool tidak sepenuhnya disebabkan oleh keputusan VAR semata. Skuad Liverpool mencatatkan 17 kali percobaan tanpa satu pun yang tepat sasaran, sementara pertahanan Arsenal tampil sangat kukuh usai gol pembuka Havertz.

Jika perangkat VAR tetap membutuhkan pemain untuk menjatuhkan diri sebelum mengambil tindakan atas pelanggaran yang jelas, para pemain diprediksi akan mulai menerapkan saran yang disampaikan Iraola. Sementara itu, seperti dilaporkan CaughtOffside, Liverpool kini mulai mempercepat pembenahan lini belakang mereka dengan mengidentifikasi dua target pemain baru untuk menggantikan posisi Van Dijk.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *