Analisis

Kisah Nyaris Dipecatnya Sir Alex Ferguson di Manchester United

Kisah Nyaris Dipecatnya Sir Alex Ferguson di Manchester United
Daftar Isi
  1. Tantangan Berat dan Kultur Minum
  2. Tekanan Publik dan Banner Tuntutan Pemecatan
  3. Gol Penyelamat Mark Robins

Ketika Manchester United harus bertandang ke markas Nottingham Forest pada putaran ketiga Piala FA di Januari 1990, banyak pihak meyakini bahwa masa kepemimpinan manajer muda asal Skotlandia, Alex Ferguson, telah sampai di ujung tanduk. Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, namun pada saat itu tanda-tanda pemecatan Ferguson tampak begitu nyata di depan mata.

Tantangan Berat dan Kultur Minum

Ferguson tiba di Old Trafford pada November 1986 setelah membawa Aberdeen meraih kejayaan, termasuk menjuarai European Cup Winners Cup pada musim 1982-1983. Tantangan di United jauh lebih besar ketika ia harus menggantikan Ron Atkinson, manajer tersukses era pasca-Matt Busby. Saat Ferguson masuk menggantikan posisi tersebut dengan kompetisi yang sudah berjalan sepertiga musim, United terpuruk di posisi ke-21 klasemen.

Langkah pertama yang diambil Ferguson adalah memberantas kultur minum yang mengakar di klub. Ia mengaku mengalami kesulitan besar dengan beberapa pemain bintang seperti Norman Whiteside dan Paul McGrath karena kebiasaan tersebut tidak sejalan dengan konsep pemain Manchester United versinya. Meskipun sempat membawa United finis di peringkat ke-11 pada musim pertamanya dan naik ke posisi kedua pada musim 1987-1988, performa tim kembali merosot drastis dan finis di urutan ke-11 pada musim 1988-1989.

Tekanan Publik dan Banner Tuntutan Pemecatan

Harapan untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar pada musim berikutnya kembali kandas setelah performa tim tidak konsisten dan dipermalukan Manchester City dengan skor 5-1 di Maine Road pada September. Media massa langsung bereaksi keras dan para suporter kehilangan kesabaran. Sebuah spanduk dengan tulisan mencolok yang meminta Ferguson segera pergi terlihat jelas di Old Trafford pada bulan-bulan berikutnya.

Mantan anggota dewan United, Michael Knighton, mengungkapkan bahwa mantan chairman Martin Edwards sempat mendekatinya saat paruh waktu pertandingan melawan QPR pada Tahun Baru dan menyatakan bahwa pihak klub harus mulai membahas posisi sang manajer. Tekanan semakin memuncak dengan adanya anggapan umum bahwa kekalahan dari Nottingham Forest di Piala FA akan menjadi akhir dari karier Ferguson di Old Trafford.

Gol Penyelamat Mark Robins

Pertandingan di The City Ground berjalan sangat ketat di atas lapangan yang dipenuhi lumpur. Di tengah situasi yang mendesak, Ferguson berhasil menemukan jalan keluar ketika peluang juara tampak tertutup rapat. Gol penentu tercipta pada menit ke-56 lewat aksi Mark Hughes yang melepaskan umpan lambung menggunakan bagian luar sepatunya untuk diselesaikan oleh Mark Robins melalui sundulan kepala.

Forest sempat berupaya menyamakan kedudukan, namun ketidakrataan rumput lapangan sempat menyelamatkan gawang United dari kebobolan. Sebuah gol tuan rumah juga dianulir oleh pengadil lapangan karena kiper United dinilai mendapat gangguan. Laga berakhir dengan kemenangan tipis bagi skuad asuhan Ferguson yang kemudian mempertahankan jabatannya dan memulai era dominasi luar biasa di sepak bola Inggris.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *