Manchester United bersiap untuk melakukan pembicaraan langsung dengan perwakilan Lisandro Martinez di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai masa depan sang bek, seperti dilaporkan CaughtOffside. Situasi pemain berusia 28 tahun ini semakin disorot setelah ia mendapat kartu merah dalam kekalahan melawan Chelsea.
Pernyataan Fabrizio Romano
Berbicara melalui kanal YouTube miliknya, Fabrizio Romano menyampaikan perkembangan terbaru mengenai situasi pemain tim nasional Argentina tersebut. Romano menjelaskan bahwa dirinya menerima banyak pertanyaan mengenai masa depan Martinez setelah sang bek melontarkan kritik keras kepada para direktur dan petinggi Manchester United selepas pertandingan melawan Atletico Madrid.
Romano menyebutkan bahwa performa Martinez dalam beberapa pekan terakhir juga tidak terlalu baik, termasuk insiden kartu merah ketika menghadapi Chelsea, sehingga saat ini bukan masa yang mudah bagi sang pemain. Kontrak Martinez sejatinya akan berakhir pada Juni 2027, tetapi pihak klub memiliki opsi untuk memperpanjang durasi kerja sama tersebut hingga 2028 guna melindungi nilai jual sang pemain.
Romano menambahkan bahwa dalam beberapa hari dan pekan ke depan akan ada kontak langsung antara kubu Martinez dan Manchester United untuk menilai situasi serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang ada. Diskusi tersebut akan mencakup berbagai poin penting, termasuk perilaku, performa, masa depan, serta kontrak pemain.
Keputusan Besar untuk Klub
Waktu kejadian ini dinilai kurang menguntungkan bagi Martinez, di mana dua kartu kuning cepat yang didapatkannya saat melawan Chelsea turut berkontribusi pada kekalahan dua gol tanpa balas yang diderita tim serta memperpanjang catatan tanpa kemenangan Michael Carrick menjadi sembilan pertandingan.
Di tengah ketertarikan yang dilaporkan datang dari Barcelona dan Atletico Madrid, klub berjuluk Setan Merah tersebut bahkan bisa saja bersiap melepas sang bek. Mengizinkan pemain tersebut mencapai akhir kontrak tanpa melindungi nilainya dinilai tidak masuk akal secara finansial bagi klub.
Oleh karena itu, mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak untuk kemudian menjualnya pada tahun berikutnya menjadi opsi yang dipertimbangkan guna mencegah klub kehilangan aset berharga secara cuma-cuma. Langkah tersebut memberikan kendali kepada klub, meski tidak serta-merta menjamin masa depan jangka panjang sang pemain di Old Trafford kecuali ia mampu memperbaiki kepercayaan melalui penampilan dan kedisiplinannya.
Sumber: CaughtOffside







