Analisis

Xabi Alonso Dinilai Terlalu Rumit Atur Taktik Chelsea

Xabi Alonso Dinilai Terlalu Rumit Atur Taktik Chelsea

Krisis identitas yang dialami Chelsea akibat belanja pemain besar-besaran dan performa yang tidak konsisten membuat klub asal London tersebut sangat membutuhkan stabilitas dari pelatih baru mereka. Namun, seperti diulas oleh FourFourTwo, Xabi Alonso justru dinilai memperburuk situasi yang sudah rumit dengan melakukan eksperimen taktik yang berlebihan.

Eksperimen Taktik yang Membingungkan

Dalam sembilan pertandingan Liga Primer, Alonso telah menerapkan enam kombinasi lini pertahanan berbeda serta lima variasi duet lini tengah yang berlainan. Keputusan aneh sempat terlihat saat ia mencoba poros lini tengah Henderson-Barco ketika menelan kekalahan dari Brentford, serta formasi 4-4-2 tanpa penyerang murni yang berujung kekalahan dua gol tanpa balas dari Tottenham Hotspur.

Kerumitan taktik tersebut kembali terlihat dalam laga melawan Manchester United, di mana Chelsea tampil berantakan pada babak pertama akibat penempatan posisi Cole Palmer yang membingungkan lini tengah. Baru pada paruh kedua, Alonso mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 yang lebih konvensional dan berhasil membawa Chelsea meraih kemenangan.

Pada babak pertama yang berjalan kacau tersebut, Chelsea sering kehilangan penguasaan bola di area tengah karena posisi Palmer membuat jalur operan tertutup rapat. Tanpa kedalaman dan kemampuan mengalirkan bola ke depan secara tertib, tim asuhan Alonso gagal mempertahankan struktur permainan yang solid di lapangan.

Pelajaran bagi Sang Manajer

Situasi langsung berubah drastis pada paruh kedua ketika Alonso menginstruksikan Palmer untuk bermain lebih ke depan, membuat Manchester United kewalahan menghadapi aliran umpan terobosan. Bahkan, gol pembuka yang krusial lahir secara tidak langsung karena para pemain lawan terpecah konsentrasinya oleh pergerakan Palmer di lini depan.

Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi sang juru taktik bahwa para pemain mudanya membutuhkan pegangan yang tegas dengan pemilihan susunan pemain yang konsisten serta pola permainan sederhana. Alih-alih menerapkan strategi yang terlalu rumit, skuad Chelsea saat ini memerlukan arahan mendasar untuk mengembalikan kestabilan klub.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *