Masa depan Nuno Espírito Santo sebagai manajer West Ham berada di ujung tanduk menyusul awal musim yang mengecewakan di ajang Championship. Tim berjuluk The Hammers tersebut gagal memenuhi ekspektasi sebagai kandidat kuat promosi setelah menelan kekalahan 3-1 dari West Bromwich Albion pada hari Sabtu.
Awal Musim yang Mengecewakan
West Ham bertekad untuk langsung kembali ke Liga Primer setelah Nuno gagal menyelamatkan mereka dari jerat degradasi pada musim lalu. Namun, kekalahan terbaru atas West Brom semakin menghambat ambisi promosi mereka ke kasta tertinggi Liga Inggris. West Ham kini menempati peringkat kedelapan atau posisi terakhir di zona playoff setelah menderita dua kekalahan kandang beruntun, serta terpaut empat angka di belakang Swansea City yang berada di posisi kedua.
Manajer berusia 52 tahun tersebut diperkirakan masih akan diberikan kesempatan untuk memperbaiki situasi, meski para tokoh penting di klub mulai kehilangan kesabaran. Nuno bahkan sempat menghadapi kemarahan dari para pendukung tuan rumah selama pertandingan melawan West Brom berlangsung.
Dinamika Internal Klub
Ekspektasi awal sebelumnya memperkirakan bahwa Nuno akan langsung dipecat usai membawa West Ham terdegradasi musim lalu. Berbagai sumber menyebutkan bahwa David Sullivan yang kala itu menjabat sebagai pemegang saham terbesar ingin berpisah dengan mantan manajer Nottingham Forest tersebut. Sementara itu, miliarder asal Republik Ceko, Daniel Kretinsky, justru berada di pihak Nuno dan diyakini mengupayakan adanya kontinuitas.
Sullivan kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai co-chair dan direktur klub guna menghadapi apa yang ia sebut sebagai tuduhan palsu terkait perilaku pribadinya. Kretinsky lantas menjadi pemegang saham terbesar West Ham pada bulan September setelah mengakuisisi 46 persen saham. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Sullivan yang tidak lagi duduk di jajaran direksi justru meningkatkan kepemilikan sahamnya dari 38 persen menjadi 40 persen.
Segala keputusan mengenai masa depan Nuno nantinya bakal diambil secara kolektif oleh jajaran direksi klub. Interim CEO Karim Virani dan Direktur Rekrutmen Nils Koppen dipastikan akan turut memberikan suara dalam penentuan tersebut. West Ham, yang dijadwalkan bertandang ke markas Cardiff City pada hari Rabu, merasa tidak puas dengan catatan dua kemenangan dari enam pertandingan terakhir. Sang manajer diprediksi bakal menghadapi tekanan berat jika gagal menunjukkan perbaikan performa sebelum jeda internasional bulan ini.
Kendala Taktik dan Pemain
Manajemen West Ham menunjuk Nuno sebagai pelatih setelah memecat Graham Potter pada bulan September 2025. Taktik serta kebijakan perekrutan pemain sang juru taktik dinilai kurang meyakinkan sejak musim lalu, dan berbagai masalah tersebut terus berlanjut di kompetisi divisi Championship. Selepas terdegradasi, West Ham melepas Crysencio Summerville dan Mateus Fernandes, namun berhasil mempertahankan Jarrod Bowen serta Tomas Soucek. Mereka bahkan memecahkan rekor transfer EFL ketika mendatangkan Arne Engels dari Celtic dengan nilai 22 juta poundsterling.
Pandangan yang berkembang di internal klub meyakini bahwa mereka memiliki skuad terbaik di Championship dan seharusnya mampu tampil jauh lebih baik. Kendati demikian, Nuno kesulitan untuk menentukan komposisi sebelas pemain terbaiknya dan berbagai kendala lain mulai bermunculan. West Ham tercatat baru mengemas tiga kali catatan nirbobol dari 13 pertandingan. Mereka juga kerap memulai laga dengan lambat dan kebobolan gol pertama sebanyak enam kali.
Lini serang yang diisi oleh Joel Piroe, Pablo Felipe, dan Taty Castellanos seluruhnya direkrut pada era kepelatihan Nuno, namun baru menyumbangkan total lima gol liga musim ini. Bowen sejauh ini menjadi pencetak gol terbanyak dengan tujuh gol, tetapi West Ham dinilai masih kehilangan identitas permainan yang jelas serta belum menemukan keseimbangan yang pas di lini tengah. Skuad sebenarnya memiliki dua gelandang bertahan, yakni Soungoutou Magassa dan Edson Alvarez, namun keduanya justru jarang mendapat kesempatan bermain.
Pihak klub masih menaruh harapan agar Nuno mampu memimpin kebangkitan tim merangsek naik ke papan atas klasemen. Sejumlah catatan positif sempat tercipta, termasuk kemenangan telak 6-0 atas Wrexham dan Lincoln City, meski nama terakhir sempat bermain dengan sembilan pemain sejak babak pertama. Penampilan terbaik West Ham sejauh musim ini justru terjadi ketika meraih kemenangan tandang 1-0 atas Swansea, yang mengindikasikan bahwa mereka tampil lebih baik saat tidak memikul tekanan besar untuk mendominasi jalannya pertandingan.
Sumber: Football | The Guardian







