Jamie Redknapp memberikan pujian tinggi kepada bintang muda Tottenham Hotspur, Luca Williams-Barnett, setelah pemain berusia 18 tahun tersebut mencatatkan debutnya dalam kemenangan kandang dua gol tanpa balas atas Crystal Palace.
Kemenangan Beruntun Tottenham
Tottenham sempat mengawali musim ini dengan catatan buruk, namun kini mereka mampu meraih tiga kemenangan beruntun dengan mencetak total tujuh gol dalam periode tersebut. Keuntungan besar didapatkan Spurs pada menit ke-11 ketika penyerang lawan, Jean-Philippe Mateta, diganjar kartu merah.
Sang penyerang awalnya hanya mendapat kartu kuning usai melakukan tekel berbahaya terhadap Micky van de Ven di bagian tendon Achilles, namun wasit mengubahnya menjadi kartu merah setelah peninjauan VAR. Archie Gray kemudian membawa Spurs memimpin pada menit ke-25 ketika ia berdiri tanpa kawalan dari situasi sepak pojok.
Mohammed Kudus mengirimkan bola ke tiang jauh, dan Gray mempunyai waktu untuk maju sebelum menanduk bola dengan tenang ke sudut jauh gawang. Keunggulan satu gol tersebut bertahan hingga turun minum bagi kedua kesebelasan.
Peluang di Babak Kedua
Jan Paul van Hecke menyia-nyiakan peluang emas bagi Spurs pada menit ke-57 saat tembakan kaki kirinya melambung di atas mistar gawang setelah lini belakang Palace gagal menghalau tendangan sudut. Dwight McNeil memperoleh kesempatan langka bagi Palace lima menit berselang di kotak penalti, tetapi tendangannya berhasil diblok oleh Dominic Solanke.
Spurs akhirnya memastikan gol kedua pada menit ke-73 ketika Van Hecke menyambut umpan silang matang dari Mateus Fernandes. Kiper Palace, Dean Henderson, sempat menepis sundulan awal ke mistar gawang, namun Van Hecke sigap menyambar bola liar untuk melewati garis gawang pada kesempatan kedua.
Pemain pengganti Conor Gallagher melepaskan tembakan yang diamankan dengan baik oleh Henderson sebelum memberikan umpan kepada Kudus pada menit ke-85. Kudus mampu menyelesaikan peluang dari operan Gallagher tersebut, namun dianulir karena sudah berada dalam posisi offside.
Debut Impresif Williams-Barnett
Kudus seharusnya bisa mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90 menyusul aksi gemilang dari debutan Liga Primer, Williams-Barnett. Remaja tersebut tampil sangat energetik dengan melewati dua bek Palace dan melepaskan umpan silang ke kotak penalti, tetapi Kudus gagal memanfaatkan gawang yang sudah kosong.
Gelandang pengganti Dejan Kulusevski mencoba melepaskan tembakan melengkung kaki kiri ke sudut atas gawang pada masa injury time, namun Henderson tampil sigap menepisnya. Dalam analisis pascalaga di Sky Sports, Redknapp memberikan apresiasi kepada Williams-Barnett yang langsung mencuri perhatian dalam waktu singkat.
Ketika ditanya apakah para pendukung Spurs kini memiliki motivasi baru, Redknapp menjawab bahwa para suporter kini bernyanyi dan tim terus melangkah maju. Ia menyebutkan perlunya hubungan yang erat antara suporter dan para pemain.
Redknapp menjelaskan bahwa para pendukung sempat tidak menyukai para pemain dalam periode yang panjang karena mereka sempat berjuang menghindari zona degradasi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Tottenham adalah klub yang terlalu besar untuk berada di posisi tersebut.
Redknapp menilai situasi saat ini sudah sangat positif dengan skuad dan manajer yang mulai dibangun oleh klub. Ia menyebut kemenangan tersebut sangat bagus, terutama dengan masuknya pemain muda Luca Williams-Barnett yang disebutnya sebagai talenta sensasional yang akan memberikan banyak hal bagi Tottenham selama beberapa tahun ke depan.







