Berita Bola

Clinton Morrison Ungkap Manajer Paling Emosional yang Dulu Dilaluinya

Clinton Morrison Ungkap Manajer Paling Emosional yang Dulu Dilaluinya

Mantan penyerang Clinton Morrison mengenang berbagai momen ketika para pelatih meluapkan amarah di ruang ganti, termasuk tindakan mengejutkan dari Chris Coleman. Perlakuan keras dari seorang pelatih kerap menjadi cara untuk menegur pemain ketika penampilan tim dinilai kurang memuaskan.

Manajer dengan Emosi Terbesar

Sepanjang kariernya sebagai penyerang, Morrison pernah memperkuat tujuh klub berbeda dan mengawali langkah profesionalnya di Coventry City. Di sanalah ia bertemu dengan sosok pelatih yang ia sebut memiliki emosi paling meledak-ledak, yakni Chris Coleman, meskipun ia juga pernah merasakan kepelatihan dari sejumlah juru taktik lain seperti Neil Warnock.

Dalam perbincangan kepada Planet Football berkat kerja sama dengan BetSelect.co.uk, Morrison menceritakan bagaimana Coleman pernah melemparkan kotak sepatu besar yang biasanya harus diangkat oleh dua atau tiga orang sekaligus. Menurut Morrison, Iain Dowie juga sosok yang memiliki emosi tinggi dan tidak patut untuk diajak berkonfrontasi, namun Chris Coleman tetap menjadi pilihan utamanya karena perawakan tubuh yang besar dan kejadian di ruang ganti Coventry City.

Morrison menuturkan bahwa kekalahan tim dalam suatu pertandingan membuat suasana ruang ganti dipenuhi kekecewaan dan komentar dari para pemain, hingga ia sendiri akhirnya memilih diam. Ia melihat langsung bagaimana Coleman mengangkat kotak sepatu penuh berisi perlengkapan yang begitu berat dan melemparkannya ke seberang ruangan, yang membuatnya langsung mengurungkan niat untuk bersuara dan memilih duduk diam di sudut ruangan.

Pengalaman Bersama Mick McCarthy

Tidak hanya di level klub, pengalamannya dilatih oleh pelatih berwatak tegas juga terjadi ketika ia memperkuat tim nasional Republik Irlandia. Morrison turut menjadi bagian dari skuad Piala Dunia Irlandia yang mengalami perjalanan kurang menyenangkan di Saipan.

Ia menyebut mantan pelatih tim nasionalnya, Mick McCarthy, sebagai figur lain yang sama sekali tidak boleh dilawan. Morrison menyatakan bahwa dirinya selalu menuruti setiap instruksi McCarthy tanpa bantahan karena pelatih tersebut sama sekali tidak memberi toleransi pada omong kosong, sehingga ia paham betul batasan untuk tidak mencari masalah dengan para pelatih bermental keras tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *