Berita Bola

Perjalanan Emmanuel Latte Lath dari Jalanan Pantai Gading ke Jerman

Perjalanan Emmanuel Latte Lath dari Jalanan Pantai Gading ke Jerman
Daftar Isi
  1. Masa Kecil dan Sepak Bola Jalanan
  2. Karier Profesional di Italia dan Inggris
  3. Babak Baru di Amerika Serikat dan Jerman

Perjalanan hidup Emmanuel Latte Lath bermula saat ia berusia delapan tahun dan meninggalkan Pantai Gading untuk memulai kehidupan baru di Italia. Penyerang Union Berlin tersebut mengenang rasa takut yang ia rasakan ketika pertama kali melihat orang-orang yang berbeda di dalam pesawat. Diceritakan kepada BBC Sport, ia mengetahui rencana kepindahan ke Eropa sejak berusia enam tahun sebelum akhirnya mewujudkannya dua tahun kemudian.

Masa Kecil dan Sepak Bola Jalanan

Meskipun harus meninggalkan banyak teman dan keluarga di Afrika Barat, kepindahan tersebut mempertemukannya kembali dengan sang ayah di Italia dan memperbaiki hubungan mereka. Pemain berusia 27 tahun itu menuturkan bahwa sang ayah merantau ke Italia demi kehidupan yang lebih baik, sehingga komunikasi mereka sebelumnya terbatas. Pertemuan itu memberinya motivasi baru dan seolah-olah ia memiliki dua kehidupan yang berbeda.

Koneksi kembali dengan ayahnya membantu Latte Lath beradaptasi dengan lingkungan baru, meski ia tetap merindukan kebebasan bermain sepak bola di masa kecilnya. Bersama kelima temannya, ia biasa bermain melawan kota lain dengan aturan jalanan yang kompetitif dan sering berujung perkelahian tanpa adanya tekanan formal. Pengalaman sepak bola dini tersebut sangat membantunya saat tiba di Italia untuk beradaptasi dan mempelajari bahasa baru.

Sebelum tiba di Eropa, ia tidak pernah mengenakan sepatu bola ataupun bergabung dengan tim resmi. Ia mengakui awalnya merasa kesulitan karena kendala bahasa, namun terbantu oleh seseorang yang baik hati, sementara fokus utamanya tetap pada sepak bola.

Karier Profesional di Italia dan Inggris

Perkembangannya berlanjut ketika ia bergabung dengan akademi Atalanta pada 2015 dan mencetak gol ke gawang Juventus dalam penampilan ketiga bersama La Dea di Coppa Italia dua tahun berselang. Momen tersebut menjadi pengalaman yang luar biasa dan tidak terlupakan, mengingat seminggu sebelumnya ia masih bergurau dengan keluarganya di rumah. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dan penampilan kompetitif terakhirnya untuk klub tersebut.

Ia kemudian menjalani masa peminjaman selama lima tahun di delapan klub berbeda, sebuah rute yang kerap dihadapi pemain muda di Italia. Menurutnya, sepak bola Italia sangat sulit karena sarat akan taktik dan aturan yang membatasi pemain untuk berekspresi secara bebas. Pengalaman tersebut justru memberinya kekuatan untuk mengambil pilihan yang berbeda.

Kepindahan ke Middlesbrough di divisi Championship terwujud setelah masa peminjaman yang produktif di klub Swiss, St. Gallen. Setibanya di tim Inggris tersebut pada 2023, ia bertemu dengan pelatih kepala Michael Carrick yang membantunya menjadi salah satu penyerang terbaik di kasta kedua sepak bola Inggris. Ia menilai Carrick sebagai pelatih sekaligus sosok yang baik, tenang, dan selalu tahu hal yang harus dikatakan dalam situasi sulit maupun baik.

Babak Baru di Amerika Serikat dan Jerman

Kepercayaan yang diberikan oleh Carrick membantu Latte Lath mencatatkan 29 gol dari 67 pertandingan dan mengantarnya pindah ke klub Major League Soccer, Atlanta United, sebagai rekrutan termahal di liga tersebut pada saat itu. Akan tetapi, petualangannya di Amerika Serikat tidak berjalan sesuai harapan, sehingga pada musim panas ia memutuskan kembali ke Eropa sebagai pemain pinjaman di Union Berlin.

Di klub Jerman tersebut, ia merasakan langsung budaya unik kota Berlin dan para pendukung Die Eisernen. Kepada BBC Sport, ia mengaku terkejut dan kagum dengan fanatisme suporter yang luar biasa, yang memberikan tambahan tenaga baginya untuk tampil apik. Ia juga menikmati keberagaman budaya di Berlin yang dinilai cocok dengan latar belakang pertumbuhannya bersama berbagai teman dari budaya berbeda.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *