Daftar Isi
Dua klub rival asal Edinburgh, Heart of Midlothian (Hearts) dan Hibernian (Hibs), bakal bertanding dalam laga semifinal Premier Sports Cup di Stadion Hampden Park pada Minggu (01/11). Pertemuan dalam laga derbi ini membawa atmosfer yang sangat kontras bagi kedua tim berdasarkan performa mereka sepanjang musim ini.
Dukungan Suporter dan Rekor Pertemuan di Hampden
Hearts berhasil menjual habis alokasi tiket awal mereka hanya dalam tiga hari, sebelum akhirnya menambah kuota hingga membawa lebih dari 23.000 pendukung ke stadion nasional Skotlandia. Di sisi lain, Hibernian diperkirakan bakal didukung oleh lebih dari 18.000 suporter.
Hibernian saat ini tertahan di peringkat kedua dari bawah pada klasemen sementara Premiership usai hanya mengumpulkan dua poin dari delapan pertandingan terakhir. Sebaliknya, Hearts berada di urutan ketiga dan baru saja mencatatkan tiga kemenangan derbi secara beruntun, termasuk hasil manis di kandang Hibs pada awal September. Hearts juga memiliki rekor kemenangan 100 persen di laga derbi yang berlangsung di Hampden Park dalam ajang Piala Skotlandia.
Persaingan kedua tim sejatinya telah bergulir sejak Hari Natal tahun 1875, namun duel pertama mereka di Glasgow baru terjadi pada 2006. Saat itu, Paul Hartley mencetak hat-trick dalam kemenangan 4-0 Hearts di semifinal, sementara Hibs mengakhiri laga dengan dua kartu merah. Hearts juga mencatat kemenangan besar 5-1 pada final Piala Skotlandia 2012, serta dua kemenangan tipis 2-1 pada laga semifinal tahun 2020 dan 2022.
Persaingan Taktik Dua Pelatih Anyar
Pertandingan ini juga menjadi ajang adu taktik pertama antara manajer Hearts, Wouter Vrancken, dan pelatih Hibernian, Marink Reedijk. Kedua juru taktik tersebut sebelumnya sama-sama berkompetisi di Liga Belgia sebelum akhirnya berlabuh di Skotlandia.
Reedijk masih berjuang memburu kemenangan pertamanya bersama Hibs setelah menggantikan David Gray. Usai menelan tiga kekalahan berturut-turut, Hibs ditahan imbang St Mirren pada pertengahan pekan. Pertahanan Hibs tercatat belum pernah meraih clean sheet di liga, sementara ketajaman lini serang mereka juga terus menurun dari laga ke laga.
Sementara itu, Hearts tampil jauh lebih agresif dengan mencetak 24 gol di liga musim ini berbanding 11 gol milik Hibs. Vrancken menilai laga di Hampden Park bakal menyajikan tantangan baru bagi kedua tim. “Anda harus menempatkan emosi dan energi Anda pada hal-hal yang harus dilakukan di lapangan dan berangkat dari sana,” ujar Vrancken. Ia menambahkan bahwa laga semifinal ini merupakan pertandingan hidup-mati dengan manajer, gaya, dan kompetisi yang sama sekali baru.
Di pihak lawan, Reedijk menyambut antusias laga krusial ini dan menyiapkan beberapa kejutan. Menurutnya, laga ini bukan sekadar derbi biasa, melainkan semifinal yang memberikan kesempatan emas untuk melangkah ke partai puncak.
Ambisi Trofi dan Ketahanan Skuad
Hearts berambisi mengakhiri dahaga trofi setelah terakhir kali mengangkat piala pada 2012 dan memenangi Piala Liga pada 1962. Di sisi lain, Hibernian telah tiga kali menjuarai kompetisi Piala Liga dalam kurun waktu yang sama.
Meskipun kedua tim diterpa masalah cedera, Hibernian mendapatkan amunisi penting lewat kembalinya Martin Boyle. Penyerang berusia 33 tahun tersebut merupakan pencetak gol terbanyak tim musim ini dengan tiga gol dan telah mengoleksi total lima gol di laga derbi. Sementara itu, Hearts mengandalkan Claudio Braga dan Calvin Miller yang masing-masing telah mengemas lima gol musim ini.
Hearts juga harus cermat mengelola kebugaran pemain karena jadwal padat di fase grup Liga Konferensi Eropa. Disiplin pemain bakal menjadi kunci bagi Hibernian, mengingat kartu merah dan pelanggaran yang tidak perlu kerap menggagalkan momentum mereka pada laga-laga derbi sebelumnya.
Sumber: BBC Sport







