Espanyol resmi memecat pelatih kepala Manolo González pada Selasa 27 Oktober 2026, beberapa jam setelah tersingkir secara dramatis dari ajang Copa del Rey. Keputusan ini diambil klub setelah mereka menelan kekalahan 4-3 dari klub divisi bawah Sestao River di Stadion Las Llanas.
Kekalahan Dramatis di Menit Akhir
Gol penentu kemenangan Sestao River dicetak oleh bek Jon Rojo pada menit ke-121, atau detik-detik akhir perpanjangan waktu, memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah menerima umpan dari G. Zorrilla, seperti dilaporkan kantor berita EFE. Pertandingan tersebut berlangsung di bawah guyuran hujan lebat yang membuat kondisi lapangan hampir tidak layak pakai.
Espanyol sempat memimpin terlebih dahulu lewat penalti Marcos Fernández saat pertandingan baru berjalan enam menit. Sestao lantas membalas melalui gol penyeimbang Adri Carrión pada menit ke-18 dan tendangan Andoni Ugarte pada menit ke-40 yang membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1, di mana kedua gol tersebut tercipta berkat umpan Eneko Delgado Ginés.
Tim tamu berhasil menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti kedua pada menit ke-90. Gabriel Moscardo kemudian membawa Espanyol unggul 3-2 pada menit ke-96, sebelum Ander Laka kembali menyamakan skor dua menit berselang dan Jon Rojo memastikan kemenangan tuan rumah lewat golnya di ujung laga.
Secara statistik penguasaan bola, tim tamu unggul dengan mencatat 61 persen berbanding 39 persen serta menyelesaikan 321 operan akurat berbanding 140 milik Sestao. Namun, Sestao tetap mampu melepaskan sembilan tembakan tepat sasaran berbanding enam milik Espanyol, sementara penjaga gawang Espanyol Marko Dmitrović melakukan lima penyelamatan dan Andoni Ugarte dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut dengan nilai 8,5.
Tren Buruk di LaLiga dan Akhir Era Tiga Musim
Kekalahan di ajang piala domestik ini memperpanjang catatan negatif klub yang hanya meraih satu poin dari 15 poin maksimal yang tersedia di LaLiga, menurut laporan AFP. Rekor enam pertandingan terakhir Espanyol di semua kompetisi kini mencatatkan lima kekalahan dan satu hasil imbang, termasuk takluk dari Racing Santander, Atlético Madrid, Elche, serta Rayo Vallecano, dan ditahan imbang 1-1 oleh Málaga.
Sebaliknya, Sestao River yang dibesut oleh pelatih Ángel Viadero sedang berada dalam tren positif usai memperpanjang catatan lima kemenangan dan satu hasil imbang dari enam laga terakhir mereka. Pemecatan ini mengakhiri masa bakti Manolo González yang telah memimpin klub selama lebih dari tiga musim.
González sebelumnya sempat mencapai tonggak sejarah dengan mencatatkan pertandingan resmi ke-100 saat menghadapi Sevilla pada 7 September lalu, menjadikannya pelatih kesembilan dengan masa kepengurusan terpanjang berdasarkan jumlah laga dalam sejarah Espanyol. Pada musim 2025/2026, ia membawa Espanyol finis di peringkat ke-11 LaLiga dengan mengemas 12 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 16 kekalahan, yang membuat direktur olahraga Monchi memberikannya dukungan penuh pada saat itu.
Menjelang pertandingan melawan Sestao, González mengakui bahwa hasil-hasil timnya belakangan ini kurang memuaskan dan menyatakan bahwa dirinya akan terus berjuang untuk klub hingga hari terakhir jabatannya. Espanyol harus segera mengalihkan fokus untuk menghadapi lawatan ke markas Villarreal dalam lanjutan LaLiga pada Jumat 30 Oktober, sementara Sestao River dijadwalkan bertandang ke markas Coruxo di ajang Segunda División RFEF Grup 1 pada Minggu 1 November.
Sumber: Football España







