Berita Bola

Aturan Pemain Lokal UEFA Sesuai Kepentingan Publik

Aturan Pemain Lokal UEFA Sesuai Kepentingan Publik

Sebuah pengadilan di Belgia memutuskan bahwa regulasi kuota pemain lokal dalam sepak bola Eropa telah sejalan dengan hukum Uni Eropa. Putusan tersebut dikeluarkan oleh pengadilan di Brussels setelah mendapat gugatan dari klub Royal Antwerp dan eks pemain mereka, Lior Refaelov.

Gugatan dan Ketentuan Kuota Pemain

Royal Antwerp bersama Lior Refaelov sebelumnya menyatakan di hadapan pengadilan Brussels bahwa aturan pemain didikan lokal, baik dari federasi sepak bola Belgia maupun UEFA, membatasi persaingan secara tidak sah. Aturan itu juga dinilai melanggar prinsip kebebasan pergerakan pekerja di wilayah Uni Eropa.

Klub-klub sepak bola profesional di Belgia diwajibkan mendaftarkan setidaknya delapan pemain dalam skuad mereka yang pernah mendapat pelatihan serta pembinaan dari klub Belgia. Dari jumlah tersebut, minimal tiga pemain harus pernah memperkuat klub di Belgia selama paling sedikit tiga tahun sebelum menginjak usia 21 tahun.

Pertimbangan Hukum Pengadilan

Majelis hakim di Brussels memutuskan bahwa regulasi tersebut bersifat proporsional serta didasari oleh tujuan kepentingan publik tanpa membatasi pergerakan pemain asing secara berlebihan. Pengadilan menilai aturan itu melayani kepentingan publik karena mendorong pembinaan pemain muda di tingkat lokal.

Pada 2023 lalu, Mahkamah Eropa sempat mengeluarkan pandangan terkait penerapan pasal 101 TFEU dengan menyatakan bahwa aturan pemain lokal berpotensi memicu diskriminasi tidak langsung berdasarkan kewarganegaraan bagi pemain dari negara anggota lain. Kendati demikian, mahkamah menyebutkan bahwa UEFA serta URBSFA masih berpeluang membuktikan bahwa aturan tersebut terbukti mendorong rekrutmen sekaligus pembinaan secara proporsional.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *