Daftar Isi
Luciano Spalletti menilai bahwa Juventus telah menemukan sistem taktik yang memberikan kestabilan tim. Meskipun demikian, pelatih tersebut menyatakan bahwa para pemainnya justru mengalami kemunduran pada paruh kedua pertandingan saat meraih kemenangan dua gol tanpa balas atas Lecce di ajang Serie A pada Minggu malam.
Kemenangan Tandang dan Catatan Babak Kedua
Klub berjuluk Bianconeri tersebut sukses membawa pulang tiga poin dari markas Lecce di Stadion Via Del Mare berkat sepasang gol yang tercipta pada paruh pertama pertandingan. Weston McKennie membuka keunggulan tim tamu, yang kemudian digandakan oleh Douglas Luiz melalui torehan gol resmi pertamanya sejak bergabung dengan klub.
Hasil positif ini menjadi target utama setelah pada akhir pekan sebelumnya Juventus menelan kekalahan telak tiga gol tanpa balas dari Lazio. Kendati demikian, penampilan di babak kedua menyisakan kekhawatiran tersendiri karena membiarkan tim tuan rumah menguasai jalannya pertandingan serta menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan paruh pertama.
Evaluasi Performa Tim dan Douglas Luiz
Berbicara kepada Sky Sport Italia seusai pertandingan, Spalletti mengungkapkan kepuasannya terhadap jalannya paruh pertama laga, namun merasa kecewa dengan penampilan anak asuhnya setelah turun minum seperti dilaporkan Football Italia. Menurutnya, para pemain tampil sangat baik dari segi tempo dan keberanian, tetapi kendali permainan menurun di babak kedua sehingga membuat situasi menjadi lebih rumit.
Di sisi lain, pelatih kepala Juventus tersebut memberikan pujian khusus kepada gelandang Douglas Luiz atas kontribusinya di lapangan. Ia menyebutkan bahwa sang pemain tampil luar biasa, bekerja keras di berbagai sisi lapangan, serta mampu membantu meredam situasi-situasi sulit saat tim membutuhkan bantuannya.
Perubahan Sistem Taktik
Terkait perubahan taktik yang diterapkan setelah evaluasi mendalam usai kekalahan dari Lecce pada pekan sebelumnya, Spalletti menjelaskan bahwa timnya mengubah pendekatan dengan menurunkan tiga gelandang di lini tengah. Dalam dua pertandingan terakhir, Juventus memang menurunkan Randal Kolo Muani dan Nick Woltemade di lini depan dengan sokongan tiga gelandang di belakang mereka.
“Kami berbicara tentang apa yang paling kami butuhkan,” ujar Spalletti seperti dikutip dari TMW. Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut dilakukan untuk mencari soliditas dan kejelasan permainan, meskipun harus mengorbankan pemain sayap yang sebelumnya tampil baik. Di sisi lain, Lecce juga mengubah formasi menjadi tiga bek di babak kedua yang membuat Juventus kesulitan menekan dan membangun serangan dari lini belakang.
Juventus mengakhiri laga dengan keunggulan dua gol tanpa kebobolan, namun Spalletti menyayangkan sikap timnya yang kurang proaktif dalam upaya mengunci kemenangan.
Sumber: Football Italia







