Bundesliga

Werder Bremen Tak Terkalahkan dalam 7 Laga Bundesliga

Werder Bremen Tak Terkalahkan dalam 7 Laga Bundesliga

Werder Bremen melanjutkan tren positif mereka di Bundesliga setelah memetik kemenangan 2-0 atas Hoffenheim di Weserstadion. Hasil ini memperpanjang catatan tidak terkalahkan klub menjadi tujuh pertandingan berturut-turut sekaligus menegaskan arah perubahan positif di bawah asuhan pelatih Daniel Thioune.

Setelah menghabiskan sebagian besar musim lalu untuk berjuang menghindari jurang degradasi, Bremen kini bermain dengan kepercayaan diri, tekad kuat, dan identitas taktis yang jelas. Perjalanan musim yang awalnya diproyeksikan hanya untuk bertahan di kasta tertinggi perlahan berubah menjadi penampilan yang menjanjikan.

Perubahan Mentalitas dan Pertahanan Kuat

Di bawah arahan Thioune, Bremen menunjukkan kemampuan meraih hasil positif melalui berbagai situasi pertandingan. Skuad ini menunjukkan daya juang saat bangkit melawan Augsburg, mampu bersaing ketat kala menahan imbang Borussia Dortmund, serta menjaga konsistensi lewat kemenangan atas Mainz dan Hoffenheim.

Seperti dilaporkan Get German Football News, kemenangan atas Hoffenheim juga menandai kebangkitan di lini belakang. Bremen sebelumnya telah kebobolan 14 gol dalam tujuh laga pembuka Bundesliga, sehingga catatan tanpa kebobolan ini menjadi sinyal positif bagi lini pertahanan mereka.

Niclas Füllkrug Samai Rekor Legendaris

Keberhasilan Bremen tidak lepas dari peran penting Niclas Füllkrug. Penyerang Tim Nasional Jerman tersebut membuka keunggulan pada menit ke-57, sebelum Eren Dinkçi mengunci kemenangan lewat golnya di menit ke-82.

Gol tersebut merupakan koleksi kesembilan Füllkrug di Bundesliga musim ini. Penyerang berusia 29 tahun itu kini selalu mencetak gol dalam tujuh pertandingan liga secara beruntun, menyamai rekor luar biasa yang pernah dicetak legenda Werder Bremen, Rudi Völler, pada musim 1982/1983. Sepanjang sejarah klub, belum pernah ada pemain yang mampu mengemas sembilan gol dalam delapan laga awal Bundesliga.

Selain mencetak gol, Füllkrug menjadi tumpuan di lini depan sekaligus memberikan kepemimpinan bagi skuad Bremen yang didominasi pemain muda. Kehadirannya memberi dimensi berbeda pada skema penyerangan yang dirancang oleh Thioune.

Klub sempat mengalami masa-masa sulit, termasuk terdegradasi pada 2021 yang berbanding terbalik dari era kejayaan mereka di bawah pelatih Thomas Schaaf. Meski masih terlalu dini untuk membicarakan peluang lolos ke kompetisi Eropa, konsistensi dan performa tajam Füllkrug memberi alasan bagi para pendukung Werder Bremen untuk membidik posisi papan atas klasemen.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *