Salford City menunjukkan performa gemilang yang mengindikasikan bahwa target promosi ke divisi Championship kini bukan sekadar angan-angan belaka. Klub asal Greater Manchester ini kian diunggulkan untuk mendominasi kompetisi berkat rentetan hasil positif di bawah kepemilikan baru.
Kebangkitan di Bawah Pemilik Baru
Setelah menghabiskan tujuh musim di League Two, Salford akhirnya mulai memperlihatkan keseriusan untuk mewujudkan ambisi para pemiliknya. Kelompok Class of ’92 sebelumnya sukses membawa klub menembus kompetisi level keempat tersebut dari liga non-liga, namun sempat tertahan tanpa kemajuan berarti. Gary Neville dan David Beckham kini tetap menjadi bagian dari grup kepemilikan baru yang mengambil alih klub pada Mei 2025.
Tahun ini menjadi titik balik bagi klub setelah mengamankan delapan kemenangan beruntun, termasuk saat mengalahkan Exeter, yang membawa mereka unggul lima poin di puncak klasemen. Peningkatan anggaran klub memungkinkan manajemen mendatangkan sejumlah pemain berkualitas yang dinilai berada di atas standar League Two. Penyerang Macaulay Langstaff direkrut dari Millwall, sementara pencetak gol kemenangan Will Aimson memilih turun kasta dari Wigan demi proyek ambisius Salford.
Perubahan paling mencolok di level staf pelatih terjadi ketika Peter Cklamovski yang berusia 48 tahun ditunjuk menggantikan Karl Robinson. Robinson dipecat menyusul kekalahan mengecewakan pada laga final playoff melawan Notts County. Pengalaman Cklamovski sebelumnya meliputi masa kerja di bawah asuhan Ange Postecoglou sebelum menjadi pelatih kepala di Asia, dengan posisi terakhirnya menangani tim nasional Malaysia. Statusnya yang sempat tidak dikenal membuat penasihat sepak bola utama Salford, Paul Scholes, harus mencari rekam jejak pelatih asal Australia tersebut melalui mesin pencari Google sebelum resmi merekrutnya.
Identitas Baru dan Tantangan Suporter
Di luar lapangan, Salford kembali mengenakan warna oranye, yang merupakan warna tradisional klub sebelum sempat diubah oleh Class of ’92 demi merefleksikan kedekatan dengan Manchester United. Keputusan ini diambil berdasarkan pemungutan suara para suporter. David Beckham sebelumnya sukses menyulap Inter Miami menjadi merek global bernilai lebih dari satu miliar poundsterling dengan menjadikan warna merah muda sebagai identitas utama. Beckham sendiri yang memilih corak warna oranye untuk Salford sekaligus mendesain ulang lambang klub. Danny Shepherd dari siniar The Future Is Orange menyebutkan bahwa warna tersebut membuat identitas klub lebih mudah dikenali di kawasan Manchester di tengah dominasi United dan City.
Kendati berupaya menarik lebih banyak penggemar, Salford masih harus bersaing dengan klub-klub raksasa di wilayah yang sama. Meskipun Manchester City sedang mengalami krisis dan performa United tidak stabil, meyakinkan warga lokal untuk datang ke Stadion AIG tetap menjadi tantangan tersendiri. Permainan menarik yang diusung Cklamovski merupakan strategi yang disengaja, meski jumlah kehadiran penonton rata-rata The Ammies masih tercatat sebagai yang terendah keempat di League Two. Membangun basis suporter untuk level Championship dinilai sebagai target yang cukup optimis, sekalipun pihak klub telah memberikan subsidi perjalanan tandang.
Di atas lapangan, Cklamovski menerapkan sepak bola menyerang agresif yang dipelajarinya dari sang mentor. Sempat mengawali tugas dengan tiga kekalahan beruntun, pelatih asal Australia tersebut kini menerapkan pendekatan pragmatis yang memadukan prinsip membangun serangan dari lini belakang dengan opsi bermain lebih langsung saat dibutuhkan. Formula ini terbukti mengubah peruntungan tim secara drastis.
Keyakinan tinggi pun diungkapkan oleh para pendukung mengenai kedalaman skuad musim ini. Danny Shepherd menyatakan kekecewaannya jika klub gagal promosi mengingat kualitas pemain yang dimiliki saat ini jauh lebih merata dibandingkan musim sebelumnya, di mana tim sangat bergantung pada pemain inti tertentu. Keyakinan tersebut sempat diuji pada babak pertama pertandingan melawan Exeter, di mana lini pertahanan Salford sempat tampil rapuh dan tertinggal lebih dulu lewat gol Sonny Cox.
Salford baru bangkit pada babak kedua setelah memasukkan Daniel Udoh untuk menggantikan Luke Molyneux yang mengalami cedera. Intensitas serangan meningkat dan membuahkan hasil melalui gol penyeimbang Luke Garbutt memanfaatkan situasi di tiang jauh. Kemenangan akhirnya dipastikan lewat tendangan jarak jauh luar biasa dari mantan bek tengah Exeter, Will Aimson, dari jarak 25 meter yang meluncur ke sudut atas gawang.
“Kita harus tetap fokus dan disiplin,” ujar Cklamovski mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat berpuas diri dengan momentum positif delapan kemenangan beruntun atau sebelas pertandingan tanpa kekalahan yang telah mereka catatkan.
Sumber: Football | The Guardian







