Daftar Isi
Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, meyakini bahwa penggantian stadion San Siro merupakan langkah krusial untuk membantu klub menjembatani kesenjangan finansial dengan tim-tim elite di kancah sepak bola Eropa. Inter Milan dan rival sekota mereka, AC Milan, yang telah berbagi stadion ikonik tersebut sejak tahun 1947, pada hari Kamis mengumumkan rencana untuk membangun stadion baru yang akan dinamai Generali Stadium selama 20 tahun.
Rencana Pembangunan dan Pembongkongan San Siro
Sebagai bagian dari rencana proyek tersebut, San Siro nantinya akan dihancurkan. Pengerjaan pembangunan Generali Stadium, yang rencananya akan didirikan di samping lokasi San Siro, akan dimulai pada tahun 2028 dan stadion baru ini diproyeksikan siap digunakan untuk kompetisi musim 2031-2032. AC Milan dan Inter Milan akan tetap menggunakan San Siro sebagai kandang mereka hingga stadion baru tersebut benar-benar siap beroperasi.
Meskipun rencana pembongkongan San Siro sempat memicu kontroversi, Marotta berpendapat bahwa langkah ini sangat diperlukan agar Inter Milan mampu bersaing di level tertinggi. Menurutnya, meskipun San Siro menyimpan banyak kenangan sejarah, stadion tersebut sudah tidak lagi memenuhi standar stadion modern maupun kebutuhan para suporter saat ini, seperti dilaporkan oleh 101 Great Goals.
Kesenjangan Finansial dengan Klub Eropa
Marotta menyoroti perbedaan besar dalam perolehan pendapatan antara klubnya dan klub-klub papan atas Eropa. Ia mencontohkan Real Madrid yang mampu meraup pemasukan sekitar 250 juta euro atau sekitar Rp4,2 triliun per tahun dari Stadion Bernabeu, sementara Inter saat ini baru menghasilkan di bawah 100 juta euro atau sekitar Rp1,7 triliun per tahun dari San Siro. Selain menjadi aset klub, stadion juga dinilai sebagai sumber pendapatan yang vital.
Ia menambahkan bahwa saat ini terdapat jurang pemisah yang terlalu besar antara klub-klub di Italia dan para rival mereka di Eropa, yang turut mempengaruhi daya saing dan menempatkan klub pada posisi yang sulit. Stadion masa depan harus memiliki fungsi dan kehidupan tersendiri, tidak hanya dimanfaatkan pada hari Minggu atau saat pertandingan berlangsung.
Peran Modal Swasta dan Birokrasi
Proyek pembangunan stadion baru ini sebagian besar dapat terwujud berkat suntikan modal swasta dari Amerika Serikat. Pemilik AC Milan, Red Bird, dan pemilik Inter Milan, Oaktree Capital Management, bekerja sama untuk merealisasikan proyek tersebut. Marotta memuji ketekunan Oaktree yang turut membantu meruntuhkan berbagai hambatan birokrasi di Italia yang selama ini menjadi batu sandungan utama dalam meluncurkan proyek-proyek berskala besar.
Menjelang akhir pekan ini, AC Milan dan Inter Milan dijadwalkan akan saling berhadapan dalam laga bertajuk Derby della Madonnina pada hari Sabtu. Saat ini, Inter Milan memuncaki klasemen sementara Serie A dalam upaya mereka mempertahankan gelar Scudetto, berada di atas Lazio dalam selisih produktivitas gol, sementara AC Milan tertinggal tujuh poin dari puncak klasemen.
Sumber: 101 Great Goals







