Eddie Howe dikabarkan siap bernegosiasi dengan Manchester United untuk posisi manajer baru meski sebelumnya meninggalkan Newcastle United demi beristirahat. Keputusan ini muncul seiring rencana INEOS yang bersiap memecat Michael Carrick menyusul rentetan hasil buruk klub.
Minat dan Calon Pengganti
Menurut laporan TEAMtalk yang dikutip dari Football365, Direktur Sepak Bola Manchester United Jason Wilcox telah menjadikan Howe sebagai target utama untuk menggantikan Carrick. Sky Sports menyebutkan bahwa Howe tertarik berbicara dengan pihak klub mengenai kursi kepelatihan tersebut meskipun niat awalnya adalah memulihkan tenaga. Nama Howe pertama kali direkomendasikan oleh mantan direktur olahraga Dan Ashworth, dan Wilcox kini mengincar pelatih berusia 48 tahun itu karena memiliki pengalaman di Liga Primer.
Laporan yang sama menempatkan Howe bersama Julian Nagelsmann sebagai kandidat terdepan untuk posisi tersebut. Direktur Perekrutan Christopher Vivell disebut mendukung penunjukan Nagelsmann, namun Sir Jim Ratcliffe diperkirakan akan menyetujui permintaan Wilcox untuk mendatangkan Howe. Jika resmi menjabat, Howe diprediksi akan meminta perekrutan pemain baru di posisi bek tengah, bek kiri, sayap kiri, dan penyerang tengah.
Situasi Michael Carrick di Old Trafford
Masa depan Carrick berada di ujung tanduk setelah Manchester United menelan kekalahan kandang tiga gol tanpa balas dari Bournemouth, yang membuat posisi mereka terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara. Mantan bek Liverpool yang kini menjadi pengamat sepak bola, Jamie Carragher, mendesak manajemen klub untuk segera mengambil tindakan tegas. Menurut Carragher, klub sebesar Manchester United tidak boleh berada di papan bawah dan pemecatan ini diperlukan demi kebaikan klub maupun Carrick sendiri.
Carrick sebelumnya meninggalkan jabatannya di Newcastle pada 30 Juli setelah hampir lima tahun mengabdi dan mempersembahkan gelar Piala Liga serta membawa tim lolos ke Liga Champions dua kali. Dalam pernyataan perpisahannya saat itu, ia menyampaikan bahwa dirinya telah mendedikasikan seluruh energi untuk klub dan merasa sudah waktunya melangkah pergi guna memulihkan diri.







