Berita Bola

Pierre Sage Sesalkan Blunder Babak Kedua Saat Crystal Palace Tumbang

Pierre Sage Sesalkan Blunder Babak Kedua Saat Crystal Palace Tumbang
Daftar Isi
  1. Masalah Pertahanan dan Penguasaan Bola
  2. Evaluasi Mental dan Komunikasi dengan Manajemen
  3. Pandangan Pihak Newcastle United

Pelatih Crystal Palace, Pierre Sage, menyalahkan hilangnya konsentrasi selama 15 menit awal babak kedua atas kekalahan kandang 2-0 dari Newcastle United. Ia juga menegaskan bahwa dirinya masih merupakan orang yang tepat untuk memimpin klub asal London selatan tersebut.

Masalah Pertahanan dan Penguasaan Bola

Palace kini telah kebobolan 19 gol dari delapan pertandingan dan mencatatkan rekor pertahanan terburuk di Liga Primer. Catatan ini berbanding terbalik dengan musim lalu ketika tim asuhan Sage di Lens memiliki rekor pertahanan terbaik kedua di Ligue 1. Sage menyatakan bahwa kebobolan banyak gol dapat diinterpretasikan melalui gaya bermain serta performa pertahanan timnya.

Menurut Sage, cara terbaik untuk bertahan adalah dengan menguasai bola, namun Palace tercatat sebagai salah satu tim dengan penguasaan bola paling minim di liga. Ia menambahkan bahwa setiap kesalahan kecil yang dilakukan timnya langsung berakibat pada terciptanya gol bagi lawan.

Evaluasi Mental dan Komunikasi dengan Manajemen

Dalam pertandingan melawan Besiktas pada hari Kamis sebelumnya, Palace juga kebobolan dua gol dari dua tembakan tepat sasaran, begitu pula saat menghadapi Newcastle. Sage menilai masalah timnya saat ini bukan lagi masalah taktik, melainkan masalah mental karena membiarkan lawan menguasai keadaan setelah turun minum.

Saat ini Palace berada di peringkat ke-17 klasemen setelah menelan kekalahan beruntun, termasuk kekalahan 5-0 dari rival sekota Brighton. Kendati demikian, Sage memastikan bahwa dirinya rutin berkomunikasi dengan Ketua Crystal Palace, Steve Parish, dan isu mengenai masa depannya sama sekali belum pernah dibahas oleh pihak klub.

Pandangan Pihak Newcastle United

Di sisi lain, pelatih Newcastle, Matthias Jaissle, merasakan kelegaan usai membawa timnya meraih kemenangan perdana dalam tiga pertandingan terakhir. Ia menyebut babak pertama berjalan sulit karena timnya gagal memaksimalkan intensitas penguasaan bola, meskipun penampilan tanpa bola sudah cukup baik.

Jaissle menilai performa timnya jauh lebih baik pada paruh kedua pertandingan. Menurutnya, menjaga gawang tetap bersih merupakan fondasi utama dalam sepak bola meskipun tim tidak tampil fantastis dalam penguasaan bola.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *