Piala Afrika (Afcon) akan kembali ke jadwal tradisionalnya dengan siklus dua tahunan setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika (Caf) mengubah keputusannya.
Pembatalan Rencana Empat Tahun Sekali
Sebelumnya pada Desember, Caf mengumumkan bahwa turnamen tersebut akan diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Namun, keputusan itu resmi dibatalkan menyusul sebuah peninjauan ulang.
Dalam rencana awal yang batal tersebut, badan pengatur sepak bola Afrika itu berniat meluncurkan African Nations League guna menggantikan Afcon sebagai turnamen dua tahunan. Kendati demikian, Caf menyadari bahwa kompetisi baru itu memerlukan waktu beberapa tahun untuk mampu menghasilkan pendapatan yang mandiri secara finansial.
Presiden Caf Patrice Motsepe menjelaskan dalam keterangan tertulis bahwa keputusan Komite Eksekutif untuk mengembalikan Afcon setiap dua tahun bertujuan memajukan, melindungi, serta mempromosikan kepentingan sepak bola Afrika beserta 54 asosiasi anggotanya. Langkah ini juga diambil demi kepentingan para pemain asal Afrika yang membela klub-klub di luar benua tersebut.
Dampak Kalender dan Jadwal Turnamen
Pelaksanaan Afcon setiap dua tahun selama ini kerap memicu permasalahan dalam kalender sepak bola global, mengingat sebagian besar turnamen belakangan ini digelar di tengah berlangsungnya musim kompetisi klub di Eropa.
Piala Dunia Antarklub FIFA dengan format baru yang melibatkan 32 tim diselenggarakan pada Juni dan Juli, yang turut memaksa Caf memilih jadwal pada pertengahan musim.
Turnamen Piala Afrika berikutnya dijadwalkan bergulir pada 2027 dengan Kenya, Tanzania, dan Uganda bertindak sebagai tuan rumah bersama. Edisinya akan dilanjutkan pada 2028, 2031, serta 2033, sementara turnamen ditiadakan pada 2030 karena bertepatan dengan perhelatan Piala Dunia.
Final Afcon 2025 yang penuh drama sempat menobatkan Senegal sebagai juara, sebelum gelar tersebut dicabut tiga bulan berselang dan dialihkan kepada Maroko.
Sumber: BBC Sport







