Gelandang Liverpool Ryan Gravenberch berisiko dijual menjelang bursa transfer musim dingin setelah penampilannya terus menurun pada musim 2026/2027. Seperti dilaporkan Football FanCast, pemain asal Belanda tersebut dinilai tampil mengecewakan dalam beberapa laga terakhir, berbeda dengan Florian Wirtz yang justru mulai bangkit di bawah asuhan manajer anyar Andoni Iraola.
Penurunan Performa Gravenberch di Anfield
Jajaran manajemen Liverpool telah menginvestasikan lebih dari £600 juta ke dalam skuad sejak musim panas 2024 demi menjadikan klub sebagai kekuatan dominan di Liga Primer Inggris. Namun, belanja besar tersebut hanya menghasilkan finis di peringkat kelima pada musim lalu, yang berujung pada pemecatan Arne Slot. Iraola kemudian ditunjuk untuk memimpin klub sejak akhir Juni lalu.
Di bawah kepemimpinan Iraola, Gravenberch kesulitan memberikan kontribusi maksimal. Pemain berusia 24 tahun yang didatangkan seharga £34 juta pada musim panas 2023 itu sempat menjadi bagian penting saat Liverpool meraih gelar juara pada musim 2024/2025. Meski demikian, musim ini ia baru menjadi starter dalam 50 persen pertandingan liga dan dinilai tampil tanpa kepercayaan diri.
Performa buruk Gravenberch terlihat saat ia menerima kartu merah akibat dua kartu kuning dalam kekalahan 0-3 dari Manchester City di Anfield awal bulan ini. Kesempatan untuk memulihkan penampilannya saat bersua Chelsea di Carabao Cup pada Rabu malam juga berakhir buruk.
Dalam laga tersebut, Gravenberch melakukan pelanggaran terhadap Moises Caicedo di kotak penalti yang membuat Chelsea unggul satu gol. Penderitaannya bertambah ketika mengeksekusi tembakan dalam adu penalti, sebab bola sepakannya dengan mudah digagalkan oleh kiper Mike Penders.
Berdasarkan data statistik yang dihimpun Football FanCast, selama 90 menit bermain melawan Chelsea, Gravenberch mencatatkan 40 sentuhan, akurasi umpan 79 persen, tanpa kreasi peluang, tanpa dribel sukses, tanpa umpan silang sukses, serta kalah dalam 62 persen duel. Penampilan tersebut memberikan kesempatan bagi pemain muda seperti Trey Nyoni untuk menggeser posisinya dalam hierarki skuad. Situasi ini membuka peluang bagi Liverpool untuk menjual sang gelandang jika penurunan performanya terus berlanjut sebelum bursa transfer Januari.
Kebangkitan Florian Wirtz Bersama Iraola
Kondisi berbeda dialami Florian Wirtz. Gelandang serang berusia 23 tahun tersebut sempat mendapat sorotan setelah dibeli dari Bayer Leverkusen seharga £116 juta pada musim panas lalu. Pada musim pertamanya di Anfield, pemain tim nasional Jerman itu hanya mencatatkan total 15 gol dan asis dari 49 penampilan di semua kompetisi, atau rata-rata satu kontribusi gol setiap tiga setengah pertandingan.
Meski mengawali kariernya dengan sulit, Iraola tetap memberikan kepercayaan kepada Wirtz pada musim ini. Hasilnya, ia mencatatkan tiga kontribusi gol dalam lima penampilan terakhirnya di semua kompetisi, termasuk mencetak gol saat mengalahkan Villarreal di Liga Champions.
Saat menghadapi Chelsea di Carabao Cup, Wirtz yang mengawali laga dari bangku cadangan tampil tenang dan sukses mengeksekusi penalti dalam babak adu penalti. Meski masih harus membuktikan nilai transfer besarnya, peningkatan performa belakangan ini menjadi sinyal positif bagi ambisi Liverpool dalam perburuan gelar juara.
Sumber: Football FanCast







