Liga & Hasil

Gol Perdana Romano Mussolini Hiasi Pesta Gol Lazio Atas Sassuolo

Gol Perdana Romano Mussolini Hiasi Pesta Gol Lazio Atas Sassuolo
Daftar Isi
  1. Aksi Tandang Luar Biasa di Tengah Boikot Kandang
  2. Pesta Gol dan Gol Perdana Cicit Mussolini
  3. Sentuhan Gennaro Gattuso dan Momentum Positif

Lazio memperlihatkan performa gemilang saat bertandang ke markas Sassuolo dengan meraih kemenangan telak 6-2 di Stadion Mapei pada hari Selasa. Pertandingan tersebut diwarnai oleh kehadiran 10.000 pendukung Lazio yang menempuh perjalanan sejauh 300 kilometer meskipun laga digelar pada hari kerja.

Aksi Tandang Luar Biasa di Tengah Boikot Kandang

Kericuhan di tribun penonton mencerminkan konflik berkepanjangan antara kelompok suporter terorganisir dan pemilik klub Claudio Lotito. Para suporter menuding sang pemilik mengabaikan tim dan bersikap tidak hormat, yang berujung pada boikot massal di laga kandang Stadion Olimpico dengan rata-rata kehadiran penonton merosot drastis.

Sebagai bentuk protes yang ditujukan khusus kepada Lotito dan bukan kepada skuad, para suporter terus memberikan dukungan masif dalam laga tandang. Saat bertanding di markas Sassuolo, suporter Lazio memadati tribun tandang dengan membawa spanduk, bendera, serta suar, bahkan mendominasi suasana stadion dibandingkan pendukung tuan rumah yang berasal dari kota kecil berpenduduk 40.000 jiwa.

Pesta Gol dan Gol Perdana Cicit Mussolini

Pertandingan langsung berjalan sengit sejak awal ketika Kenneth Taylor membuka keunggulan Lazio pada menit kedua melalui tendangan kaki mendatar memanfaatkan kemelut di depan gawang. Sassuolo sempat menyamakan kedudukan tak lama berselang setelah sepakan Kristian Thorstvedt berbelok arah usai mengenai bahu bek Josip Sutalo.

Lazio kembali memimpin pada menit ke-13 lewat sontekan Gustav Isaksen usai menerima umpan tarik Mattia Zaccagni. Tak lama berselang, papan skor berubah menjadi 3-1 setelah Romano Floriani Mussolini, cicit dari mendiang diktator Italia Benito Mussolini, mencetak gol perdana di ajang Serie A.

Sassuolo harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-31 menyusul kartu merah yang diterima Thorstvedt usai melanggar Zaccagni. Menjelang turun minum, Sebastiano Esposito sempat memperkecil ketertinggalan Sassuolo, namun Zaccagni kembali memperlebar jarak bagi tim tamu lewat sundulan kepala menyambut umpan silang Isaksen.

Memasuki babak kedua, dominasi Lazio semakin tak terbendung setelah Tijjani Noslin memborong dua gol dari luar kotak penalti untuk menggenapkan kemenangan timnya. Penjaga gawang Sassuolo, Stefano Turati, sempat melakukan dua penyelamatan penalti dari eksekusi Zaccagni dan Davide Frattesi guna menghindari margin kekalahan yang lebih besar.

Sentuhan Gennaro Gattuso dan Momentum Positif

Hasil positif ini memperpanjang catatan impresif Lazio yang kini meraih delapan kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir di bawah asuhan pelatih Gennaro Gattuso. Capaian tersebut menempatkan mereka di papan atas klasemen sementara dalam start terbaik sepanjang sejarah klub di kompetisi papan atas Italia.

Gelar pelatih yang sempat diragukan usai kegagalan membawa tim nasional Italia ke Piala Dunia kini berhasil membuktikan kapasitasnya dalam mendongkrak performa para pemain seperti Taylor, Zaccagni, hingga Noslin. Di tengah rekor gemilang di atas lapangan, teka-teki terbesar yang masih menyelimuti klub berjuluk Biancocelesti ini adalah apakah sang pelatih mampu menjembatani jurang pemisah antara suporter dan manajemen klub.

“Tentu saja saya akan berbicara dengannya,” kata Gattuso mengomentari hubungannya dengan sang pemilik klub seperti dilaporkan The Guardian. “Dia adalah orang yang sangat cerdas, tetapi pilihannya ada di tangan dia. Saya ingin sekali melihat banyak penggemar di stadion, tetapi saya tidak dapat mengubah pikiran mereka atau presiden. Itu adalah pertanyaan untuk mereka.”

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *