Berita Bola

Pelatih Sepak Bola Anak Florida Usir Bocah Tiga Tahun

Pelatih Sepak Bola Anak Florida Usir Bocah Tiga Tahun

Seorang pengurus olahraga usia dini di Florida, Amerika Serikat, memanggil pihak kepolisian untuk menghadapi keluarga seorang bocah berusia tiga tahun pada akhir pekan lalu. Kesalahan anak tersebut, menurut keterangan orang tuanya, adalah karena ia terlalu pintar bermain sepak bola.

Kronologi Pengusiran di Lapangan

Rekaman kamera tubuh yang dirilis oleh Kepolisian Winter Park pada hari Senin menunjukkan seorang pengurus dari operator olahraga muda nasional i9 Sports memberi tahu petugas bahwa keluarga bocah tersebut telah membuat keributan. Pengurus itu menyampaikan secara spesifik masalah yang terjadi di lapangan.

“Anak ini bagus. Dia hebat. Sangat bagus,” ujar pengurus tersebut kepada pihak kepolisian. “Dia sangat maju dibandingkan anak-anak lainnya, jadi dia mencetak banyak gol. Tapi dia mendorong anak-anak.”

Video yang diunggah oleh orang tua sang anak, Martasia Griffin dan Don Pierre, memperlihatkan putra mereka yang bernama Nevada menggiring bola melewati lawan dan mencetak gol secara terus-menerus. Rekaman tersebut tidak menunjukkan aksi mendorong siapa pun, melainkan memperlihatkan seorang balita yang tampak bingung saat polisi meminta keluarganya meninggalkan taman publik.

Argumen Orang Tua dan Tindakan Polisi

Menurut pihak pengurus, situasi memanas ketika orang tua protes setelah Nevada dicadangkan oleh pelatih. “Saya hanya ingin dia keluar. Segera,” ucap pengurus itu kepada polisi. “Cukup beri tahu saya nama mereka agar saya bisa mengembalikan uang mereka.”

Ibu sang anak memberikan penjelasan yang berbeda terkait insiden tersebut. “Mereka marah pada anak saya karena dia benar-benar bermain sepak bola. Mereka benar-benar mengusirnya dari tempat ini karena dia jago bermain sepak bola,” kata ibunya. “Pertama, mereka bilang dia tidak mengoper, tapi tidak ada yang menangkap bola saat dia mengoper.”

Pasangan orang tua tersebut mengungkapkan bahwa biaya untuk mengikuti liga sepak bola itu hampir mencapai 300 dolar AS. Petugas kepolisian menyampaikan kepada pihak pengurus bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk mengusir keluarga tersebut dari area taman publik.

“Tidak ada seorang pun yang ditangkap, dikenakan pelanggaran hukum, atau dipaksa meninggalkan taman,” demikian pernyataan departemen kepolisian, yang menambahkan bahwa keluarga tersebut bersikap kooperatif dan meninggalkan lokasi setelah pertandingan usai.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *