Liga & Hasil

Pelatih Frosinone Alvini Senang Sepak Bola Menghibur

Pelatih Frosinone Alvini Senang Sepak Bola Menghibur

Pelatih Massimiliano Alvini menikmati rekor luar biasa Frosinone usai melibas Lecce dengan skor telak 5-1. Alvini meyakini bahwa sepak bola adalah sebuah hiburan, namun fokus utamanya tetap pada keselamatan bertahan di Serie A.

Catatan Sejarah dan Performa Gemilang

Tim asuhan Alvini ini menorehkan sejarah dengan mengantongi 17 poin dari sembilan pertandingan awal musim. Capaian tersebut merupakan start terbaik sepanjang sejarah bagi tim promosi dari Serie B, menyamai catatan Juventus saat kembali dari sanksi Calciopoli pada musim 2007-2008.

Frosinone kini menempati posisi keenam di klasemen sementara Serie A, unggul tiga poin atas Napoli dan Juventus, serta hanya terpaut satu angka dari AC Milan yang berada di peringkat kelima.

Menurut Alvini kepada DAZN Italia, sepak bola adalah sebuah tontonan yang baik maupun buruk. Ia menyebutkan bahwa orang datang ke stadion untuk terhibur, sehingga pelatih berupaya mencari cara terbaik untuk meraih hasil sekaligus menyuguhkan tontonan yang menarik.

Ketajaman Lini Depan Frosinone

Kemenangan atas Lecce yang tengah dilanda badai cedera tersebut mempertegas ketajaman Frosinone musim ini. Frosinone tercatat sebagai salah satu tim paling subur di Serie A dengan koleksi 22 gol dari sembilan pertandingan, hanya kalah dari AS Roma dengan 23 gol dan Inter Milan yang mencetak 25 gol.

Catatan tersebut menorehkan rekor tersendiri karena tidak ada tim promosi lain yang mampu mencetak gol sebanyak itu setelah melewati sembilan laga Serie A. Mereka sukses membukukan 13 gol hanya dalam tiga pertandingan terakhir, termasuk kemenangan 4-2 atas Sassuolo dan hasil imbang 4-4 melawan Atalanta.

Alvini menjelaskan bahwa Lecce datang dengan taktik yang berbeda dari biasanya, sehingga timnya sempat kesulitan menerapkan pola permainan tradisional mereka. Ia juga memuji kerja sama tim para pemainnya dan menegaskan bahwa permainan individu tidak cocok untuk gaya sepak bola yang mereka terapkan.

Terkait perbandingan Giorgi Kvernadze dengan bintang Paris Saint-Germain asal Georgia, Khvicha Kvaratskhelia, Alvini menilai keduanya memiliki karakter berbeda. Ia menyebutkan bahwa Kvaratskhelia lebih kreatif dan gemar melakukan dribel, sementara Kvernadze mengandalkan fisik serta mobilitas tinggi.

Meski mengawali musim dengan catatan luar biasa, Alvini enggan memasang target terlalu tinggi. Target utama mereka adalah mengamankan posisi di Serie A, dan dengan raihan 17 poin saat ini, mereka belum aman sehingga tidak perlu melihat klasemen sementara yang menurutnya bisa menipu.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *