Liga Primer

Newcastle United Simpan Talenta Muda Berbakat di Akademi

Newcastle United Simpan Talenta Muda Berbakat di Akademi

Newcastle United baru saja menelan kekalahan pahit dari Everton di ajang Carabao Cup, membuat Matthias Jaissle harus segera membenahi skuadnya. Performa lini depan yang kurang tajam, termasuk penampilan William Osula, menjadi sorotan utama di awal era kepelatihan baru ini.

Performa William Osula dan Tantangan Lini Depan

William Osula sempat menunjukkan performa gemilang pada penghujung musim 2025/2026 di Liga Primer dengan mencetak tujuh gol dari delapan kali penampilan sebagai starter serta tingkat konversi mencapai 30 persen. Kendati demikian, berbagai cedera menghambat konsistensi penyerang tersebut di bawah arahan Jaissle.

Osula tetap dinilai memberikan keunggulan tersendiri dibandingkan Yoane Wissa, rekrutan senilai £55 juta dari Brentford yang baru mencatatkan dua gol di Liga Primer sejak awal musim lalu. Walau demikian, saat menghadapi Everton, Osula tampil kurang maksimal dan hanya mencatatkan tujuh sentuhan di sepanjang pertandingan, menyusul lini serang Newcastle yang gagal memaksimalkan 29 tembakan ke gawang lawan.

Potensi Besar Vakhtang Salia di Akademi

Di tengah mandeknya performa para penyerang utama, Newcastle memiliki talenta muda dari akademi bernama Vakhtang Salia yang mulai menarik perhatian. Remaja asal Georgia yang didatangkan dari Dinamo Tbilisi pada 2025 tersebut telah mencetak dua gol dari tiga pertandingan di ajang Premier League 2 musim ini.

Berdasarkan laporan Football FanCast, Salia juga masuk dalam jajaran 20 besar pemain sezonanya di liga untuk aspek penciptaan peluang, umpan silang sukses, serta umpan jauh akurat per 90 menit. Statistik kariernya menunjukkan bahwa ia telah mencatatkan 40 penampilan sebagai penyerang tengah dengan sumbangan sembilan gol dan satu assist, serta mampu bermain di posisi sayap kiri, sayap kanan, dan gelandang serang.

Salia sebelumnya telah mencicipi bangku cadangan tim utama saat Newcastle mengalahkan Hull City dengan skor 2-1 pada September lalu. Pemain tim U-21 Georgia tersebut dinilai memiliki dinamika dan fleksibilitas yang dapat membuatnya segera menembus skuad utama asuhan Jaissle guna menyaingi Osula dan Wissa.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *