Liga Primer

Newcastle United Dianggap Mulai Sia-siakan Lewis Hall

Newcastle United Dianggap Mulai Sia-siakan Lewis Hall

Masa depan Matthias Jaissle sebagai manajer Newcastle United berada di ujung tanduk menyusul rentetan hasil buruk dan performa tim yang belum menunjukkan peningkatan. Dalam kurun waktu lima hari, klub berjuluk The Toon tersebut harus dua kali menelan kekalahan dari Everton di kompetisi berbeda, termasuk takluk 1-0 di St. James’ Park dalam ajang Liga Primer.

Tekanan Besar untuk Matthias Jaissle

Matthias Jaissle ditunjuk sebagai manajer untuk menggantikan Eddie Howe pada awal Agustus lalu. Juru taktik berusia 38 tahun tersebut didatangkan dari klub Arab Saudi, Al-Ahli, dan digadang-gadang sebagai salah satu pelatih muda yang menjanjikan. Kendati demikian, seperti dilaporkan Football FanCast, ia kesulitan mengangkat performa skuadnya untuk keluar dari tren negatif yang sudah melanda sejak musim lalu.

Dalam pertandingan melawan Everton, Newcastle dituding terlalu sering melepaskan umpan jauh yang justru mampu dimentahkan dengan mudah oleh postur serta fisik pemain lawan. Pelatih asal Jerman tersebut sempat mengkritik usaha anak asuhnya usai pertandingan dan menyebut taktik tersebut bukan bagian dari rencana tim. Kendati demikian, situasi ini justru menimbulkan pertanyaan mengenai kejelasan strategi yang diterapkan oleh sang pelatih setelah berbulan-bulan memimpin tim.

Kekalahan dari Everton menandai hasil negatif keempat dari lima pertandingan terakhir Newcastle. Situasi ini membuat posisi Jaissle semakin tertekan, terutama menjelang jeda internasional yang dinilai bisa menjadi momen bagi petinggi klub seperti Ross Wilson dan pihak PIF untuk melakukan pergantian manajer.

Penurunan Performa Bintang Tim

Permainan lini serang Newcastle dinilai tumpul dan tidak terorganisir dengan baik. Masuknya Sean Steur pada babak kedua sempat memberikan tambahan tenaga dan kreativitas, namun hal itu belum cukup untuk mengubah keadaan. Statistik mencatat Newcastle menjadi salah satu tim dengan catatan penciptaan peluang emas paling sedikit di Liga Primer musim ini.

Situasi buruk tersebut kini mulai berdampak langsung pada para pemain bintang klub, salah satunya adalah bek kiri Lewis Hall. Sempat tampil gemilang di awal musim dan menjadi salah satu andalan utama Jaissle, pemain berusia 22 tahun itu justru menampilkan performa terburuknya saat menghadapi Everton.

Menurut catatan Football FanCast, Hall sebenarnya mampu bertahan dengan cukup baik melalui catatan enam kontribusi defensif dan memenangkan empat duel. Namun, ia tampil kurang efektif saat menyerang dengan membuang tiga dari empat umpan silang serta gagal ketika mencoba membantu permainan dari lini tengah.

Performa Hall turut terpengaruh oleh minimnya dukungan di lini depan, termasuk dari winger Harvey Barnes yang baru mencatatkan tingkat keberhasilan dribel sebesar 21 persen di Liga Primer musim ini. Kegagalan klub dalam mempertahankan standar permainan yang kompetitif dikhawatirkan dapat membuat Lewis Hall memilih meninggalkan St. James’ Park pada tahun 2027 mendatang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *