Pelatih Manchester City Enzo Maresca menyatakan bahwa gol-gol konyol dan kesalahan individu merugikan timnya setelah takluk 0-1 dari Brighton pada hari Sabtu. Kekalahan tersebut dipastikan oleh gol Yasin Ayari yang tercipta akibat blunder Matheus Nunes di lini pertahanan.
Blunder Individual Jadi Sorotan
Gol kemenangan Ayari berawal dari kegagalan Nunes selaku bek kanan City dalam mengantisipasi umpan silang Diego Gómez dari sisi kanan. Bola kemudian melintas ke depan gawang melalui Maxim De Cuyper dan berhasil dimanfaatkan menjadi gol.
Sebelumnya, kekalahan 2-1 dari Aston Villa juga terjadi karena Gianluigi Donnarumma gagal menahan tendangan jarak jauh Nicolas Jackson yang lolos di bawah tubuhnya. Menurut laporan The Guardian, Maresca menilai kejadian semacam itu merupakan bagian dari sepak bola yang kerap menimpa skuadnya.
“Terkadang itu terjadi,” ujar Maresca. “Sayangnya hal itu terjadi pada para pemain kami, tetapi itu adalah bagian dari sepak bola, hal itu terjadi berkali-kali melawan kami, kami perlu menganalisis, memahami apa yang dapat kami lakukan lebih baik dan mencoba untuk melangkah maju.”
Maresca menambahkan bahwa timnya merupakan pencetak gol terbanyak kedua di Liga Primer, namun kebobolan gol-gol mudah yang seharusnya bisa dihindari. Ia merasakan kemiripan dengan laga melawan Aston Villa, di mana timnya menciptakan cukup banyak peluang untuk meraih poin tetapi gagal mencetak gol.
Respons Kubu Brighton
Kemenangan ini membawa Brighton mengoleksi 19 poin, hanya terpaut dua angka di belakang City yang memimpin klasemen sementara sebelum pertandingan Arsenal melawan Liverpool pada hari Minggu. Di sisi lain, pelatih Brighton Fabian Hürzeler merasa gembira anak asuhnya mampu membalikkan keadaan setelah kekalahan adu penalti di ajang Piala Liga dari City pada hari Rabu.
“Setiap pagi Anda dapat bangun dan memutuskan apakah Anda kecewa dengan sesuatu yang tidak dapat Anda ubah atau menetapkan nada,” ucap Hürzeler kepada The Guardian. Ia menyebut kekalahan di ajang piala tersebut sangat kejam, namun para pemainnya berjanji untuk tidak merasakan kekecewaan yang sama.
Hürzeler menjelaskan bahwa timnya menciptakan energi dan kepositifan untuk bangkit lebih kuat pada hari Sabtu, serta memuji kekompakan para pemainnya selama empat hari terakhir. Ketika disinggung mengenai peluang Brighton musim ini, ia menegaskan bahwa timnya hanya fokus pada proses analisis pertandingan dan persiapan menghadapi Getafe pada hari Kamis.
Sumber: Football | The Guardian







