Daftar Isi
Klub Liga Primer Manchester United kembali berada dalam pusaran masalah manajerial menyusul performa buruk di bawah asuhan Michael Carrick. Setelah gagal meraih kemenangan dalam delapan pertandingan beruntun, pelatih berusia 45 tahun tersebut kini berada di ambang pemecatan dari kursi kepelatihan Old Trafford.
Situasi Sulit Carrick dan Masalah Lini Serang United
Musim lalu, Carrick sempat menuai pujian setelah ditunjuk menggantikan Ruben Amorim dan sukses membawa Setan Merah finis di peringkat ketiga Liga Primer. Namun, awal musim baru ini berjalan jauh dari harapan dengan catatan tanpa kemenangan dari delapan laga pembuka dan hanya meraih satu kemenangan di liga utama Inggris, yang membuat Carrick tampak emosional saat bertepuk tangan kepada suporter usai pertandingan terakhir.
Tekanan terhadap sang pelatih kian memuncak akibat rapuhnya lini belakang tim, di mana Setan Merah tercatat sebagai tim dengan kebobolan gol dari situasi bola mati terbanyak kedua di kompetisi tersebut. Di sisi lain, lini serang sebenarnya mampu menciptakan rata-rata 5,1 tembakan tepat sasaran per 90 menit atau yang kelima tertinggi di liga, tetapi efektivitas penyelesaian akhir sangat rendah dengan hanya mencetak gol dari enam persen peluang tersebut—angka terendah kedua di antara seluruh kontestan liga.
Kandidat Pengganti di Old Trafford
Meskipun Carrick masih memegang jabatan tersebut saat ini, rumor mengenai calon penggantinya terus berhembus kencang di lingkungan klub. Sejumlah pelatih elit dikaitkan dengan posisi ini, termasuk Antonio Conte yang namanya santer dibicarakan meski telah membantah adanya pembicaraan dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, mantan juru taktik Bayern Munich, Julian Nagelsmann, dilaporkan menjadi pilihan Christopher Vivell jika keputusan pergantian pelatih benar-benar diambil oleh manajemen INEOS.
Kedua pelatih ternama tersebut saat ini sedang tidak terikat dengan klub manapun, sehingga manajemen INEOS dapat menghemat biaya kompensasi jika memutuskan untuk melakukan perombakan akibat penurunan performa tim. Kegagalan di bursa transfer musim panas lalu turut diyakini berkontribusi terhadap keterpurukan United di atas lapangan, sementara para suporter lebih mengarahkan kritik kepada jajaran dewan klub alih-alih menyalahkan Carrick seorang.
Eddie Howe Dinilai Sebagai Pilihan Tepat
Apabila manajemen INEOS memutuskan untuk melakukan pergantian sebagai langkah terakhir mereka, Eddie Howe dinilai sebagai sosok yang paling tepat untuk mengisi posisi pelatih kepala. Mantan manajer Newcastle United tersebut dikabarkan siap bergabung dengan klub secara langsung setelah meninggalkan Tyneside menjelang musim 2026/27.
Meskipun namanya mungkin bukan favorit utama di kalangan pendukung, rekam jejak Howe di Liga Primer membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih berpengalaman. Selama berkarier di kompetisi tersebut, pria berusia 48 tahun itu telah memimpin 369 pertandingan dengan catatan 140 kemenangan atau rasio kemenangan sebesar 38 persen. Howe sukses mengubah Newcastle dari tim kandidat degradasi menjadi pesaing konstan di kompetisi Eropa, termasuk dua kali finis di posisi lima besar dan tampil di Liga Champions, yang membuat mantan pemain Liverpool Jamie Carragher menjulukinya sebagai calon manajer tim nasional Inggris berikutnya, seperti dilaporkan oleh Football FanCast.
Sumber: Football FanCast







