Malam ini, Harry Kane dan Lamine Yamal bersaing ketat sebagai kandidat utama peraih penghargaan individu tertinggi sepak bola, Ballon d’Or, dengan sama-sama mengincar sejarah baru dan trofi pertama mereka. Edisi ke-70 penghargaan bergengsi ini diselenggarakan di London Palladium mulai pukul 20.00 GMT, menandai untuk pertama kalinya acara tersebut dihelat di ibu kota Inggris.
Sejarah Tujuh Dekade dan Peluang Harry Kane
Pemilihan Kota London dilakukan untuk memperingati 70 tahun sejak pemain Inggris, Stanley Matthews, meraih penghargaan perdana pada tahun 1956. Harry Kane datang sebagai favorit rumah taruhan menyusul penampilan gemilangnya bersama Bayern Munich dan tim nasional Inggris.
Pemain berusia 33 tahun itu mencetak 61 gol untuk Bayern Munich pada musim 2025/2026, termasuk 36 gol di Bundesliga, saat klub tersebut menjuarai liga dan DFB-Pokal. Ia juga menyumbangkan 12 gol untuk Inggris serta mencetak enam gol di Piala Dunia, di mana skuad asuhan Thomas Tuchel finis di peringkat ketiga.
Kemenangan akan menjadikan Kane sebagai pemenang asal Inggris pertama sejak Michael Owen pada tahun 2001, sekaligus yang kelima dalam sejarah setelah Matthews, Bobby Charlton, Kevin Keegan, dan Owen. Tidak ada pemain lain di level elite sepak bola yang memberikan kontribusi gol lebih banyak daripada Kane pada periode yang dianalisis.
Tantangan dari Lamine Yamal dan Pesaing Lainnya
Tantangan terbesar bagi Kane datang dari Lamine Yamal, yang pencapaiannya di usia remaja membuat pencalonannya terasa sangat natural. Penyerang Barcelona tersebut mencetak 24 gol dan menyumbangkan 17 assist dari 45 penampilan bersama klubnya musim lalu, membantu Blaugrana mempertahankan gelar LaLiga.
Yamal juga memainkan peran sentral dalam kemenangan tim nasional Spanyol di Piala Dunia, meskipun catatan golnya di kompetisi tersebut tidak sebanyak Kane atau Mbappe. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik LaLiga musim lalu setelah menorehkan 16 gol dan 11 assist di liga, serta melanjutkan performa impresifnya pada awal musim ini.
Jika keluar sebagai pemenang di usia 19 tahun, Yamal akan menorehkan rekor sebagai peraih Ballon d’Or termuda sepanjang sejarah. Sementara itu, Kylian Mbappe juga masuk dalam jajaran kandidat kuat, namun ketiadaan trofi bersama tim membuat penyerang asal Prancis tersebut diprediksi hanya akan menjadi penonton, terlepas dari usahanya meyakinkan media mengenai layak tidaknya ia meraih penghargaan tersebut.
Sumber: Inside World Football







