Liverpool memastikan diri melaju ke babak perempat final Piala Liga Inggris setelah menaklukkan Chelsea melalui adu penalti. Kemenangan ini menambah catatan panjang kegagalan penalti yang dialami kubu Stamford Gate dalam duel penentuan melawan Liverpool selama hampir dua dekade.
Kegagalan Penalti Chelsea
Sebelum pertandingan malam itu, deretan pemain ternama seperti Arjen Robben, Geremi, Tammy Abraham, César Azpilicueta, Mason Mount, hingga penjaga gawang Kepa Arrizabalaga pernah gagal mengeksekusi penalti dalam empat adu penalti berturut-turut melawan Liverpool selama 19 tahun dan empat kompetisi berbeda. Pada pertandingan hari Rabu, tiga pemain tambahan yakni Valentín Barco, Emanuel Emegha, dan Wesley Fofana turut menyusul dalam daftar kegagalan tersebut.
Kepastian kemenangan Liverpool terwujud setelah tendangan penalti Wesley Fofana melambung jauh di atas gawang Giorgi Mamardashvili. Pelatih Chelsea memberikan tanggapan usai pertandingan terkait hasil tersebut. “Ini adalah sepak bola, ini adalah bagian dari pekerjaan kami,” ujar Xabi Alonso, seperti dilaporkan Football | The Guardian. “Kami bermain dengan keberanian, pertandingan berjalan ketat dengan tidak banyak peluang bagi kedua belah pihak. Ini adalah kemunduran kecil karena ini mungkin kompetisi yang paling tidak penting bagi kami.”
Situasi Skuad dan Undian Perempat Final
Pelatih Chelsea tersebut juga menghadapi sorotan karena tidak menurunkan Estêvão, pemain muda asal Brasil yang hanya duduk di bangku cadangan sepanjang laga meskipun mendapat seruan dari para suporter tandang. Mengenai situasi pemain berusia 19 tahun tersebut yang baru mencatatkan 172 menit bermain di bawah kepemimpinannya, ia menyatakan memahami kondisi sang pemain yang tentu berharap bisa bermain lebih sering.
Berkat kemenangan ini, Liverpool dijadwalkan menghadapi Bournemouth di babak perempat final, yang akan mempertemukan kembali klub tersebut dengan mantan pelatih mereka. “Sejujurnya, saya berbicara sebelum pengundian dan saya berkata: ‘Satu-satunya tim yang tidak saya inginkan adalah Bournemouth’,” ujar sang pelatih mengenai calon lawan timnya di babak berikutnya.
Sumber: Football | The Guardian







