Mantan gelandang Manchester United, Ander Herrera, berpendapat bahwa Manchester City harus menghadapi hukuman degradasi jika banding mereka ditolak dalam kasus aturan finansial (FFP). Ia juga meyakini seharusnya dirinya memiliki satu gelar juara Liga Primer Inggris jika rival sekota mereka tidak melanggar aturan.
Komentar Soal Gelar Juara dan Sindiran Mourinho
Dalam jeda internasional lalu, terungkap bahwa Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan setelah dituduh melanggar regulasi financial fair play Liga Primer. Manchester City sendiri masih membantah segala tuduhan dan telah mengajukan banding, di mana putusan atas banding tersebut diperkirakan akan keluar pada tahun baru.
Pada musim 2018/2019, Manchester United finis di posisi kedua dan tertinggal 19 poin di belakang Manchester City. Seperti dilaporkan Football365, Herrera menegaskan di siniar Mario Suárez bahwa dirinya “akan memiliki gelar Liga Primer” andai The Citizens tidak melanggar aturan.
Herrera menambahkan bahwa situasi tersebut benar-benar mengubah keadaan ketika memiliki sebuah gelar Liga Primer. Ia juga mengenang komentar Jose Mourinho pada tahun tersebut yang menyebutkan bahwa ia memberikan banyak apresiasi untuk finis di posisi kedua karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi di balik layar.
Menurut Herrera, Mourinho seperti serial The Simpsons karena apa pun yang ia katakan selalu menjadi kenyataan, termasuk soal dugaan adanya kejanggalan yang sudah diungkapkan sejak dulu. Ia turut menyoroti masalah suporter dan tiket pertandingan di Manchester, di mana ia menyebutkan ada perbedaan kontras antara Old Trafford dan Etihad.
Kendati ingin melihat Manchester City dihukum, Herrera menyatakan tidak ada kebencian kepada para pemain maupun staf klub tersebut dan memuji pencapaian mereka. Namun, ia menilai para pemain Man City seharusnya merasa marah kepada pihak manajemen karena tindakan tersebut telah mencoreng prestasi tim.
Tuntutan Hukuman Tegas untuk Beri Efek Jera
Meskipun sanksi belum diputuskan karena proses banding masih berjalan, Herrera berpandangan bahwa hukumannya harus berupa degradasi atau hukuman lain yang setara beratnya. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah klub-klub lain melakukan pelanggaran serupa di masa mendatang.
Herrera menjelaskan bahwa hukuman yang dijatuhkan harus menjadi preseden agar pihak lain berpikir ulang sebelum melakukan pelanggaran keuangan secara sengaja. Ia membandingkan kasus ini dengan sanksi pengurangan poin yang sebelumnya pernah diterima oleh Nottingham Forest dan Everton.
Ia menegaskan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh Manchester City sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Sebagai contoh kerugian, ia menyebut Tottenham Hotspur sempat finis di posisi kelima selama tiga tahun berturut-turut dan gagal lolos ke Liga Champions, yang berdampak besar secara finansial bagi klub tersebut.







