Perseteruan antara Pep Guardiola dan Jose Mourinho mencapai titik didih pada tahun 2011 ketika dua raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, harus saling berhadapan dalam empat laga El Clasico hanya dalam kurun waktu 18 hari. Pertemuan intens dalam tiga kompetisi berbeda tersebut tidak sekadar menjadi ajang perebutan trofi, melainkan puncak dari rivalitas ideologi sepak bola yang melibatkan sejarah masa lalu kedua pelatih.
Sejarah Bersama dan Hubungan yang Retak
Mourinho sempat bekerja di Camp Nou pada akhir era 1990-an di bawah kepelatihan Bobby Robson dan Louis van Gaal, bahkan sempat memimpin tim dalam laga Copa Catalunya 1998 di mana Xavi Hernandez mencetak gol debutnya. Menurut wartawan Ian Hawkey, para pemain Barcelona seperti Xavi dan Carles Puyol sangat menghormati perhatian terhadap detail yang dimiliki Mourinho semasa menjadi asisten pelatih.
Ketika Frank Rijkaard meninggalkan kursi kepelatihan pada 2008, Mourinho sempat menjadi kandidat kuat pelatih Barcelona dengan membawa presentasi PowerPoint lengkap, namun Joan Laporta akhirnya memilih Pep Guardiola atas saran Johan Cruyff. Pilihan tersebut membuat Mourinho mengambil jalan lain hingga akhirnya berlabuh di Real Madrid pada musim panas 2010 setelah membawa Inter Milan menaklukkan Barcelona di semifinal Liga Champions.
Puncak Rivalitas di Empat Laga Penentu
Rangkaian empat laga El Clasico dalam 18 hari dimulai pada 16 April 2011 di Santiago Bernabeu dalam ajang La Liga yang berakhir imbang 1-1 berkat penalti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Empat hari kemudian, pada 20 April 2011 di Stadion Mestalla, Real Madrid sukses merengkuh trofi Copa del Rey melalui gol sundulan tunggal Ronaldo di masa perpanjangan waktu untuk mengalahkan Barcelona 1-0.
Ketegangan memuncak di luar lapangan ketika Mourinho menuduh Guardiola kerap mengeluhkan keputusan wasit yang benar, yang kemudian dibalas oleh Guardiola lewat konferensi pers emosional menjelang leg pertama semifinal Liga Champions. Pada 27 April 2011 di Bernabeu, Barcelona memenangi leg pertama dengan skor 2-0 lewat dua gol Messi, di mana laga tersebut diwarnai kartu merah Pepe dan protes keras Mourinho.
Pertemuan penutup dari rangkaian 18 hari tersebut terjadi pada 3 Mei 2011 di Camp Nou dalam leg kedua semifinal Liga Champions, di mana hasil imbang 1-1 memastikan langkah Barcelona ke partai puncak dengan keunggulan agregat. Sepanjang empat pertandingan sarat emosi tersebut, wasit mengeluarkan total 25 kartu kuning dan lima kartu merah, sebelum akhirnya Barcelona menutup musim dengan menjuarai Liga Champions di Wembley.
Sumber: Planet Football







