Kebenaran di balik rumor ketertarikan Manchester United terhadap bintang Chelsea, Cole Palmer, akhirnya terungkap menjelang pertemuan kedua tim di Liga Primer. Gelandang serang tersebut sempat menarik perhatian klub-klub elite dunia setelah tampil gemilang dengan mencetak 25 gol dan 15 assist pada musim debutnya di Stamford Bridge.
Fakta di Balik Rumor Transfer
Menurut laporan jurnalis Daily Mail Sport, Kieran Gill, tidak pernah ada pembicaraan apa pun antara manajemen Chelsea dan Manchester United mengenai transfer Palmer selama bursa transfer musim panas lalu. Diskusi kedua klub saat itu hanya membahas kepindahan Andrey Santos senilai 48 juta poundsterling ditambah bonus 2 juta poundsterling, yang rampung dalam waktu dua hari dengan klausul penjualan kembali sebesar 10 persen bagi Chelsea.
Berdasarkan sumber yang mengetahui negosiasi tersebut, nama Palmer sama sekali tidak pernah disebut oleh petinggi kedua klub, termasuk direktur olahraga Chelsea Paul Winstanley dan direktur sepak bola United Jason Wilcox. Rumor yang beredar di media sosial sebelumnya menyebutkan bahwa United menginginkan Palmer dan sang pemain berniat pindah karena merindukan kota Manchester serta ingin bermain di Liga Champions.
Meski demikian, rumor ketertarikan tersebut bukan tanpa asal-usul, karena dikabarkan ada setidaknya satu orang dari lingkaran terdekat Palmer yang sempat membenarkan narasi kepindahan tersebut. Saat itu, pemain berusia 24 tahun tersebut juga harus menghadapi kenyataan tersingkir dari skuad Piala Dunia Inggris asuhan manajer Thomas Tuchel.
Pandangan Xabi Alonso Terhadap Michael Carrick
Pertandingan akhir pekan ini juga diwarnai situasi pelatih Manchester United, Michael Carrick, yang tengah berada di bawah tekanan terkait posisi manajerialnya. Manajer lawan, Xabi Alonso, menyatakan rasa simpatinya kepada Carrick namun menegaskan timnya tetap mewaspadai kekuatan Setan Merah.
Alonso mengungkapkan rasa hormat dan simpatinya kepada Carrick sebagai sesama pelatih, mengingat keduanya pernah saling berhadapan di lapangan hijau dan sempat berbincang dalam sebuah laga legenda. Meski demikian, Alonso menegaskan persiapan timnya tidak berubah dan menuntut skuadnya tampil dalam performa terbaik dengan kontrol emosi dan intensitas tinggi untuk mengamankan kemenangan.







